Dialog Bersama RRI, Kakanwil Ditjenpas Sulteng Paparkan Peran Lapas dalam Ketahanan Pangan

Dialog Bersama RRI, Kakanwil Ditjenpas Sulteng Paparkan Peran Lapas dalam Ketahanan Pangan

Sigi, INFO_PAS - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah (Sulteng), Bagus Kurniawan, tegaskan bahwa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kini berperan aktif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber pada Dialog Luar Studio RRI Palu bertajuk “Dari Lapas untuk Ketahanan Pangan Sulawesi Tengah”, Kamis (6/11).

Dialog yang disiarkan langsung melalui Pro 1 RRI Palu (90.8 FM) dan kanal YouTube RRI Palu itu digelar di lahan pembinaan Lapas Kelas IIA Palu, Desa Langaleso, Kabupaten Sigi. Hadir pula Kepala Lapas Palu, Makmur, serta perwakilan Warga Binaan, dengan Susanti sebagai host acara.

Dalam dialog tersebut, Bagus menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi Asta Cita Presiden dan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin kedua, yaitu pemberdayaan Warga Binaan untuk mendukung ketahanan pangan.

“Pemasyarakatan hari ini bukan hanya menjaga, tetapi juga membina dan memberdayakan. Melalui pembinaan kemandirian, Warga Binaan ikut mengelola lahan produktif yang hasilnya membantu kebutuhan pangan dan menekan inflasi, baik di dalam Lapas maupun masyarakat sekitar,” ujar Bagus.

Ia menegaskan bahwa orientasi pembinaan Pemasyarakatan kini berfokus pada pemberdayaan yang berdampak nyata.

“Kami ingin Warga Binaan berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional sekaligus memiliki keterampilan agar siap mandiri setelah bebas. Dari Narapidana menjadi wirausaha, inilah semangat kami. Sesuai tagline kami: Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat,” tambahnya.

Bagus juga memaparkan, saat ini terdapat 14 UPT Pemasyarakatan di Sulteng yang sebagian besar memiliki lahan produktif dengan beragam metode tanam, mulai dari sistem tradisional, polybag, hingga hidroponik. Sebanyak 224 Warga Binaan mengelola lahan seluas 263 ribu meter2, menghasilkan 27 kluster pertanian, termasuk sayuran, jagung, jambu kristal, dan ribuan bibit kelapa.

“Hasil panen digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur Warga Binaan, sebagian lagi diserap oleh mitra kerja. Keuntungannya dikelola secara transparan, masuk ke PNBP, dan sebagian menjadi premi bagi Warga Binaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Palu, Makmur, menuturkan bahwa pihaknya saat ini mengelola sekitar 10 hektar lahan dengan berbagai komoditas pertanian, perikanan, dan peternakan.

“Kami ingin pembinaan di Lapas Palu benar-benar memberi manfaat ekonomi dan keterampilan bagi Warga Binaan agar siap mandiri setelah bebas,” ujarnya.

Salah satu Warga Binaan yang turut berdialog mengaku bangga bisa terlibat dalam program ini.

“Kami merasa dihargai dan diberi kesempatan untuk berubah. Dari sini kami belajar menanam, merawat, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ungkapnya.

Host RRI Palu, Susanti, menilai kolaborasi ini membuka pandangan baru masyarakat terhadap dunia Pemasyarakatan.

“Lapas kini menjadi ruang pemberdayaan yang nyata. Ini sejalan dengan upaya mendukung Asta Cita Presiden dan mengubah stigma lama terhadap Pemasyarakatan,” katanya.

Dialog berdurasi satu jam tersebut berlangsung hangat dan inspiratif, menampilkan sinergi antara pemerintah, media massa, dan Warga Binaan dalam membangun pembinaan yang produktif dan berdaya guna. Program ini sekaligus menegaskan komitmen Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang Maju, Mandiri, dan Bermanfaat untuk Masyarakat.

 

Humas Kanwil Ditjenpas Sulteng

 

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1