DINDING SEPANJANG 100 METER DI LAPAS RANTAUPRAPAT ROBOH

Merdeka.com - Hujan deras disertai petir yang menghantam kawat berduri di dinding Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Rantauprapat, membuat dinding sepanjang 100 meter yang ada di belakang Blok D dan dapur lapas tersebut tumbang, pada Minggu (29/6) sekitar pukul 19.30 WIB malam kemarin. "Tumbangnya malam hari saat hujan, namun tidak ada korban jiwa," kata Kepala Lapas Kelas II A Rantauprapat, Surung Pasaribu saat dihubungi Antara, Senin (30/6). Menurut Surung, tumbangnya tembok tersebut diduga akibat hujan deras serta petir yang menghantam bulatan kawat berduri tepat berada di atas dinding lembaga pemasyarakatan yang dibangun sekitar tahun 1981 itu. Walau begitu, tidak satu pun dari 954 warga binaan di sana yang melarikan diri karena tahanan sedang berada di kamar. Sementara ini, belum diketahui kerugian akibat kejadian itu Untuk mengantisipasi hal lain, dia telah menempatkan sebanyak enam orang personel kepolisian dibantu dengan petugas l
DINDING SEPANJANG 100 METER DI LAPAS RANTAUPRAPAT ROBOH

Merdeka.com - Hujan deras disertai petir yang menghantam kawat berduri di dinding Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Rantauprapat, membuat dinding sepanjang 100 meter yang ada di belakang Blok D dan dapur lapas tersebut tumbang, pada Minggu (29/6) sekitar pukul 19.30 WIB malam kemarin. "Tumbangnya malam hari saat hujan, namun tidak ada korban jiwa," kata Kepala Lapas Kelas II A Rantauprapat, Surung Pasaribu saat dihubungi Antara, Senin (30/6). Menurut Surung, tumbangnya tembok tersebut diduga akibat hujan deras serta petir yang menghantam bulatan kawat berduri tepat berada di atas dinding lembaga pemasyarakatan yang dibangun sekitar tahun 1981 itu. Walau begitu, tidak satu pun dari 954 warga binaan di sana yang melarikan diri karena tahanan sedang berada di kamar. Sementara ini, belum diketahui kerugian akibat kejadian itu Untuk mengantisipasi hal lain, dia telah menempatkan sebanyak enam orang personel kepolisian dibantu dengan petugas lapas. "Mereka kita tempatkan di titik yang dianggap rawan," tambah Surung. Hingga Senin (30/6), Kepala Lapas Kelas II A Rantauprapat tersebut belum dapat memastikan kapan dibangun kembali. "Tergantung keuangan dari pemerintahlah, kalau kita dari mana biayanya," sebut Surung. Sejumlah petugas dari Polres Labuhanbatu, serta pegawai lapas berjaga-jaga di areal perumahan pegawai lapas serta dibuat pagar berduri antara ujung dinding kamar tahanan dengan tembok. Sementara retakan dinding dengan ketebalan 30 centimeter dan tinggi mencapai delapan meter itu masih berserakan, walau telah menimpa bibit pohon kelapa sawit.   Sumber : Merdeka.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0