Dirjenpas Tinjau Program Ketahanan Pangan dan SPPG di Lapas Karawang
Karawang, INFO_PAS – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) gelar Panen dan Pengembangan Ketahanan Pangan Terpadu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang, Senin (25/5). Kegiatan tersebut dirangkai dengan peninjauan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Warung Bambu 008 sebagai dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kegiatan ini dihadiri Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, mewakili Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, didampingi Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat, Kusnali, dan Kepala Lapas (Kalapas) Karawang, Ma'ruf Prasetyo Hadianto. Turut hadir Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Karawang dan para Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Jawa Barat.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan tinjau dapur SPPG, area ketahanan pangan, dilanjutkan panen raya padi hingga penebaran benih ikan nila nirwana. Pelaksanaan program MBG di Lapas Karawang dilakukan melalui kolaborasi dengan Desa Warungbambu yang melibatkan 29 warga dan 18 Warga Binaan yang telah mengikuti pelatihan. Program ini menjangkau 482 penerima manfaat yang terdiri atas peserta didik SDIT Bunga Cempaka, SMPIT Bunga Cempaka, PAUD Bunga Cempaka, dan tenaga pendidik di lingkungan tersebut.
Sementara itu, pogram ketahanan pangan di Lapas Karawang dikembangkan melalui sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan pengelolaan lingkungan. Program tersebut meliputi pertanian padi seluas 1,7 hektare, perkebunan cabai, budidaya 20.000 ekor ikan nila nirwana, peternakan 1.000 ekor ayam KUB, pemeliharaan 64 ekor domba dorper, penggemukan sapi, hingga pengelolaan maggot. Seluruh kegiatan ini melibatkan 20 Warga Binaan yang bertugas melakukan perawatan dan pengelolaan secara rutin di bawah pengawasan petugas.
Dirjenpas menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program ketahanan pangan dan dukungan terhadap program MBG di Lapas Karawang. “Kegiatan ini sejalan dengan Program Prioritas Nasional serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin 8 tentang kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan tidur, serta poin 9 tentang pembangunan dapur sehat di Lapas dan Rutan dengan memberdayakan Warga Binaan yang tersertifikasi untuk mendukung program MBG,” ujarnya.
Mashudi menegaskan pembinaan di lingkungan Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga pemberdayaan Warga Binaan agar memiliki keterampilan produktif. “Program seperti ini bukan hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, keterampilan kerja, dan semangat kemandirian kepada Warga Binaan,” tambahnya.
Sementara itu, Kusnali menilai program ketahanan pangan di Lapas Karawang menjadi salah satu bentuk nyata pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. “Program ini menunjukkan pembinaan di lingkungan Pemasyarakatan berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan dan pemenuhan gizi,” ujarnya
Kalapas Karawang menambahkan mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan melalui optimalisasi sektor pertanian, perikanan, dan peternakan yang telah berjalan. “Kami terus mendorong pengembangan program secara bertahap, termasuk peningkatan jumlah dan kualitas hasil produksi, sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas, baik di lingkungan Pemasyarakatan maupun masyarakat,” ungkap Ma'ruf. (afn)
What's Your Reaction?


