Dorong Pemulihan, Lapas Narkotika Karang Intan Evaluasi Kesehatan Jiwa Warga Binaan
Karang Intan, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan lakukan evaluasi dan pemantauan kesehatan jiwa Warga Binaan bersama dokter spesialis kejiwaan, Sabtu (18/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari layanan kesehatan untuk pastikan Warga Binaan dengan gangguan kesehatan jiwa memperoleh penanganan yang sesuai sekaligus dukung proses pemulihan.
Evaluasi berlangsung di Klinik Pratama Lapas Narkotika Karang Intan dengan menghadirkan dokter spesialis kedokteran jiwa, dr. Sinta Dyah Amrih Lestari, Sp.KJ., serta didampingi dokter Klinik Pratama Lapas Narkotika Karang Intan, dr. Hana Rizka Ananda.
Tim medis melakukan pemeriksaan, pencatatan, dan pemantauan perkembangan kondisi kesehatan jiwa Warga Binaan, termasuk mengevaluasi respons terhadap pengobatan yang telah diberikan. Hasil evaluasi menjadi dasar dalam menentukan tindak lanjut sesuai kebutuhan medis masing-masing pasien.
dr. Hana Rizka Ananda, mengatakan pemantauan kesehatan jiwa merupakan bagian dari pelayanan kesehatan yang diberikan kepada Warga Binaan.
"Pemantauan kondisi kesehatan jiwa menjadi perhatian penting dalam pelayanan kesehatan di Lapas. Melalui evaluasi secara berkala, kami dapat mengetahui perkembangan kondisi Warga Binaan, memastikan pengobatan berjalan dengan baik, serta menentukan tindak lanjut yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien," ujar dr. Hana.
Menurut dr. Hana, penanganan kesehatan jiwa memerlukan perhatian berkelanjutan karena setiap Warga Binaan memiliki kondisi yang berbeda. Oleh sebab itu, koordinasi antara tenaga kesehatan, petugas pembinaan, dan lingkungan sekitar menjadi faktor penting dalam mendukung proses perawatan.
Sementara itu, dokter spesialis kedokteran jiwa, dr. Sinta Dyah Amrih Lestari, menekankan pentingnya kedisiplinan menjalani pengobatan dan dukungan lingkungan dalam proses pemulihan pasien.
"Pasien harus dievaluasi setiap hari dalam meminum obat rutinnya. Selain itu, komunikasi yang baik antar-Warga Binaan juga penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung proses pemulihan. Jangan sampai pasien putus obat, karena apabila kondisi belum pulih kemudian obat dihentikan, risiko kekambuhan dapat meningkat dan penanganannya bisa membutuhkan biaya yang lebih besar," jelas dr. Sinta.
Salah seorang Warga Binaan, SD, mengaku pelayanan kesehatan yang diterimanya membantu memahami pentingnya mengikuti arahan tenaga medis selama menjalani pengobatan.
"Saya merasa terbantu dengan adanya pemeriksaan dan perhatian dari tim medis. Saya menjadi lebih memahami pentingnya mengikuti arahan dokter, rutin minum obat, dan menjaga komunikasi dengan orang-orang di sekitar agar kondisi tetap baik," ungkap SD.
Melalui kolaborasi dengan dokter spesialis kejiwaan, Lapas Narkotika Karang Intan perkuat layanan kesehatan bagi Warga Binaan agar proses perawatan dan pemulihan dapat berjalan secara optimal sebagai bagian dari pembinaan yang berorientasi pada kemanusiaan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Narkotika Karang Intan
What's Your Reaction?


