Tiga Bulan Berjalan, Peternakan Lapas Cipinang Hasilkan Lebih dari 16.700 Telur

Tiga Bulan Berjalan, Peternakan Lapas Cipinang Hasilkan Lebih dari 16.700 Telur

Jakarta, INFO_PAS – Tiga bulan sejak dirintis pada akhir Mei 2026, peternakan ayam petelur Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang tunjukkan peningkatan produktivitas. Per Jumat (4/9), berdasarkan pencatatan produksi hingga 3 September, lebih dari 16.700 butir telur telah dihasilkan. Produksi harian yang semula sekitar 30-an butir pada akhir Juni meningkat hingga menembus 900-an butir pada akhir Agustus.

Bagi RH, salah seorang Warga Binaan yang terlibat dalam peternakan, peningkatan tersebut menjadi pengalaman nyata bahwa kedisiplinan dan konsistensi menentukan hasil.

“Awalnya hasilnya masih sedikit, kemudian terus bertambah. Kami belajar menjaga kebersihan, pakan, kondisi ayam, sampai hasil produksi setiap hari. Ada rasa bangga ketika pekerjaan yang kami lakukan benar-benar menghasilkan,” ungkapnya.

Catatan produksi memperlihatkan peningkatan dari 17,71 kilogram pada akhir Juni menjadi 344,84 kilogram sepanjang Juli dan 681,53 kilogram hingga 3 September. Dengan estimasi sekitar 16 butir per kilogram, produksi kumulatif yang tercatat mencapai sekitar 16.705 butir telur.

Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Cipinang, Lis Susanti, mengatakan peningkatan produktivitas adi bagian penting dalam membangun pembinaan yang terukur. Hasil produksi disalurkan kepada Primkopasindo Lapas Cipinang untuk memenuhi kebutuhan kantin sehingga terbentuk rantai nilai dari produksi hingga pemanfaatan hasil.

“Yang dibangun bukan hanya kemampuan beternak, tetapi budaya kerja. Ada disiplin, tanggung jawab, target, pencatatan produksi, hingga pemahaman bahwa hasil kerja memiliki nilai dan pasar. Dari kegiatan produktif ini, Warga Binaan juga memperoleh premi atas keterlibatan mereka, sementara sebagian hasilnya menjadi PNBP yang disetorkan ke kas negara. Jadi, pembinaan tidak berhenti pada keterampilan, tetapi juga mengenalkan bagaimana sebuah proses kerja menghasilkan nilai ekonomi dan manfaat,” jelas Lis.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Lapas Cipinang, Dr. Syarpani, menegaskan pembinaan kemandirian harus menghasilkan pengalaman kerja yang dapat diukur.

“Pembinaan tidak cukup dilihat dari banyaknya kegiatan. Kita harus melihat keterampilan yang tumbuh, konsistensi, produktivitas, dan manfaat yang dihasilkan. Pengalaman bekerja dengan target dan melihat hasilnya berkembang menjadi bekal penting bagi Warga Binaan ketika kembali ke masyarakat,” tegas Dr. Syarpani.

Dari puluhan menjadi ratusan butir per hari, peternakan ayam petelur Lapas Cipinang menunjukkan pembinaan kemandirian yang dijalankan melalui proses kerja produktif dan terukur, sekaligus memberikan pengalaman nyata bagi Warga Binaan. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas I Cipinang

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0