Pastikan Hak Kesehatan Terpenuhi, Rutan Pondok Bambu Gelar Skrining Kanker Serviks

Pastikan Hak Kesehatan Terpenuhi, Rutan Pondok Bambu Gelar Skrining Kanker Serviks

Jakarta, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pondok Bambu gelar Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Perempuan dan Skrining Kanker Serviks bertema “Perempuan Sehat, Indonesia Kuat”, Jumat (4/9). Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan kesadaran dan akses deteksi dini kanker serviks bagi perempuan di lingkungan Pemasyarakatan.

Bekerja sama dengan PT Rajawali Cahaya Medika, kegiatan tersebut menargetkan 500 peserta meliputi Warga Binaan, petugas Rutan Pondok Bambu, dan masyarakat. Rangkaian kegiatan diawali dengan seminar kesehatan reproduksi perempuan dan deteksi dini kanker serviks yang menghadirkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari Rumah Sakit Pengayoman Cipinang. Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi produk skrining kanker serviks bersama PT Rajawali Cahaya Medika serta pemeriksaan deteksi dini bagi Warga Binaan dan masyarakat.

Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi, Adhayani Lubis, menyampaikan kesehatan perempuan merupakan bagian penting dalam membangun kualitas keluarga, generasi, dan sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, keterbatasan kebebasan tidak seharusnya mengurangi hak seseorang untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak. Karena itu, layanan kesehatan bagi perempuan di lingkungan Pemasyarakatan perlu diberikan secara manusiawi, profesional, setara, dan berkesinambungan, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan reproduksi.

“Kita tidak ingin pelayanan kesehatan di Pemasyarakatan hanya hadir ketika seseorang mengalami sakit. Layanan kesehatan harus mampu hadir sebelum penyakit terjadi dan menemukan risiko kesehatan lebih dini,” ujar Adhayani.

Ia menjelaskan kanker serviks pada tahap awal dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala berarti. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi penting untuk mengenali risiko maupun perubahan yang mengarah pada kondisi prakanker sehingga dapat segera dilakukan tindak lanjut dan penanganan. Layanan kesehatan juga perlu disertai edukasi yang tepat dan tindak lanjut bagi mereka yang membutuhkan pelayanan kesehatan lanjutan.

“Setiap hasil pemeriksaan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut harus memiliki mekanisme tindak lanjut yang jelas dan berkesinambungan,” tambah Adhayani.

Tak lupa, ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan, termasuk jajaran Rutan Pondok Bambu, tenaga kesehatan, PT Rajawali Cahaya Medika, dan pihak lainnya. Menurutnya, kolaborasi lintas pihak diperlukan untuk menghadirkan layanan kesehatan Pemasyarakatan yang berdampak nyata dan berkelanjutan.

Kegiatan ini turut memperkuat pendekatan promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan Pemasyarakatan. Untuk itu, Rutan Pondok Bambu berharap kegiatan tersebut meningkatkan cakupan skrining, mendeteksi risiko kanker serviks sejak dini, dan mendukung peningkatan derajat kesehatan perempuan.

Melalui “Perempuan Sehat, Indonesia Kuat”, Pemasyarakatan terus mendorong pelayanan kesehatan yang responsif terhadap kebutuhan perempuan, berorientasi pada pencegahan, serta tetap menjunjung tinggi kesehatan, martabat, dan hak setiap individu. (TDA)

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0