Dua Remaja Selundupkan Narkoba ke Lapas

Madiun – Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) semakin ngawur. Bahkan mulai melibatkan anak-anak. Kemarin (21/11), petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda atau Lapas Klas IIA Madiun mengamankan sepasang remaja AS (pria), 18 dan D (perempuan), 17. Kedua remaja asal Kabupaten dan Kota Madiun ini diduga menyelundupkan sabu-sabu 11 gram yang itu disembuyikan di dalam gagang pel. Sekitar pukul 14.10, AS dan D datang ke lapas yang menerapkan maximum security itu. Mereka berboncengan sepeda motor AE 2443 BD. AS menunggu di tempat parkir. Sedangkan D, asal Manguharjo,Kota Madiun, masuk membawa tiga sapu, dua alat pel dan sikat ke dalam lapas. Langkah D dihentikan dua penjaga pintu utama untuk pemeriksaan barang bawaannya. ‘’Kami curiga karena alat kebersihan sudah tersedia di dalam, sehingga kami periksa lebih detil,’’ kata Kepala Lapas Pemuda Yuli Hartono. Petugas menemukan salah satu gagang pel sudah dimodifikasi dan dilem. Lem itu

Dua Remaja Selundupkan Narkoba ke Lapas
Madiun – Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) semakin ngawur. Bahkan mulai melibatkan anak-anak. Kemarin (21/11), petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda atau Lapas Klas IIA Madiun mengamankan sepasang remaja AS (pria), 18 dan D (perempuan), 17. Kedua remaja asal Kabupaten dan Kota Madiun ini diduga menyelundupkan sabu-sabu 11 gram yang itu disembuyikan di dalam gagang pel. Sekitar pukul 14.10, AS dan D datang ke lapas yang menerapkan maximum security itu. Mereka berboncengan sepeda motor AE 2443 BD. AS menunggu di tempat parkir. Sedangkan D, asal Manguharjo,Kota Madiun, masuk membawa tiga sapu, dua alat pel dan sikat ke dalam lapas. Langkah D dihentikan dua penjaga pintu utama untuk pemeriksaan barang bawaannya. ‘’Kami curiga karena alat kebersihan sudah tersedia di dalam, sehingga kami periksa lebih detil,’’ kata Kepala Lapas Pemuda Yuli Hartono. Petugas menemukan salah satu gagang pel sudah dimodifikasi dan dilem. Lem itu jadi petunjuk petugas lapas untuk menguak percobaan penyelundupan sabu-sabu tersebut. ‘’Setelah kami buka ditemukan lima plastik klip berisi kristal putih. Kami langsung amankan kedua remaja itu,’’ ungkapnya. Pria yang baru lima bulan menjabat kalapas Pemuda ini mengatakan, versi D sabu-sabu tersebut sedianya dikirim ke A, 40, warga binaan Lapas Pemuda. Yuli belum sempat mempelajari asal-usul A. Sebab, lapasnya selama ini dikenal sebagai layaran napi narkoba bermasalah. ‘’Entah dari Malang, Kediri, atau Bali, belum jelas,’’ ujarnya. Lapas Pemuda menerima kunjungan setiap hari yang berakhir pukul 15.30. Pertimbangannya,para napi berasal dari berbagai daerah, sehingga pembesuk atau keluarga napi dapat terfasilitasi dengan baik.Setiap hari, pembesuk tidak pernah lebih dari 50 orang. ‘’Karena belum semua blok terisi,’’ ungkapnya. Agar tidak terulang, Yuli minta penjagaan dan pengawasan diperketat. Kendati pengamanan super maksimum, dia minta anak buahnya tidak lengah. Penjagaan harus dilakukan sesuai SOP, termasuk setiap pengunjung harus digeledah sebelum masuk. ‘’Siapapun, petugas dan saya sendiri juga ikut diperiksa,’’ tegasnya. Kasatreskoba Polres Madiun Kota AKP Sukono bersama anak buahnya langsung meluncur ke lapas setelah menerima laporan. Pihaknya menduga jaringan narkobasengaja merekrut kurir anak dibawah umur. ‘’Pengakuannya berusia 18 dan 17 tahun, tapi kami belum dapat memastikan sebelum ada bukti adminsitrasi kependudukan maupun dokumen penunjang seperti akte kelahiran atau ijazah,’’ ujarnya. Selain mengamankan sepasang remaja tersebut, 11 gram sabu-sabu, handphone milik AS dan sapu dan alat pel juga disita sebagai barang bukti. Pihaknya masih menyelidiki upaya penyelundupan sabu-sabu tersebut, termasuk pemasoknya. ‘’Keduanya (AS dan D) masih diperiksa.Kami akan lakukan kembangkan penyelidikan,’’ tegasnya.(pra/sat) Sumber : radarmadiun.co.id

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0