Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Palu Kembali Panen 48 Kg Jagung dan 15 Kg Jambu Kristal
Palu, INFO_PAS – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu kembali panen jagung dan jambu kristal di lokasi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Desa Langaleso, Jumat (24/4). Panen kali ini menghasilkan 48 kilogram jagung dan 15 kilogram jambu kristal.
Panen berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari Warga Binaan yang selama ini terlibat langsung dalam proses pengelolaan lahan pertanian. Didampingi petugas, mereka memanen jagung yang telah memasuki usia panen dengan kualitas baik. Tongkol jagung yang dipetik kemudian dikumpulkan. Sementara buah jambu kristal yang telah matang juga dipanen dengan hati-hati agar tetap terjaga kualitasnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian di bidang pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan. Hasil panen tersebut rencananya akan dipasarkan kepada masyarakat sekitar Palu sebagai bentuk pemberdayaan hasil pembinaan yang bernilai ekonomi dan bermanfaat sekaligus upaya memperkenalkan hasil karya Warga Binaan kepada masyarakat luas.
Keberhasilan panen ini merupakan hasil dari kerja keras dan ketekunan Warga Binaan dalam merawat tanaman sejak masa tanam. Mulai dari pengolahan lahan, penanaman bibit, penyiraman, pemupukan, hingga pengendalian hama dilakukan secara rutin di bawah pengawasan petugas pembinaan.
Melalui kegiatan tersebut, Warga Binaan tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal berharga di masa mendatang.
Program pertanian di SAE Desa Langaleso menjadi salah satu bentuk pembinaan produktif yang terus dikembangkan oleh Lapas Palu. Selain menumbuhkan keterampilan kerja, kegiatan ini juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan semangat untuk terus berkarya.
Kepala Lapas Palu, Makmur, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat ganda, baik dari sisi pembinaan maupun ekonomi.
“Program ini menjadi bukti bahwa Warga Binaan mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan bernilai jual apabila diberikan pembinaan serta kesempatan yang tepat,” ujarnya.
Kegiatan panen ini sekaligus mendukung program ketahanan pangan pemerintah melalui optimalisasi lahan produktif dan peningkatan hasil pertanian lokal. Dengan memanfaatkan sarana pembinaan yang ada, Lapas Palu turut berkontribusi dalam menjaga ketersediaan pangan serta mendorong semangat kemandirian melalui sektor pertanian.
Salah satu Warga Binaan, Aco, mengaku bangga dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. “Kami merasa bangga bisa ikut mendukung program ketahanan pangan pemerintah melalui pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Lapas. Selain itu, kegiatan ini memberi kesempatan bagi kami untuk terus belajar, mengembangkan diri, serta memiliki keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Program seperti ini diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi Warga Binaan maupun masyarakat sekitar. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Palu
What's Your Reaction?


