Dukung Program MBG, Lapas Namlea Pasok 300 Kg Semangka ke SPPG Waplau

Dukung Program MBG, Lapas Namlea Pasok 300 Kg Semangka ke SPPG Waplau

Namlea, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea pasok 300 kilogram semangka hasil budidaya Warga Binaan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Waplau, Rabu (21/10). Semangka jenis Hibrida Baginda F1 tersebut dipanen di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Namlea sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.

Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, mengatakan panen ini tidak hanya jadi bagian dari pembinaan kemandirian Warga Binaan, tetapi juga membuka peluang kerja sama dalam penyediaan bahan pangan bagi SPPG. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Panen semangka kali ini tidak hanya melihat hasilnya, tapi bagaimana kita bisa memberikan kontribusi dan manfaat bagi masyarakat dan program-program yang diusung pemerintah saat ini, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG). Kami bersyukur dan sangat berterima kasih kepada pihak SPPG Desa Waplau karena telah membeli hasil budidaya Warga Binaan ini sebagai bahan baku dan bahan pangan bagi program MBG,” ujar Marasabessy.

Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Sofian Ahmad, menjelaskan bahwa semangka yang telah memasuki masa panen diperkirakan mencapai satu ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 300 kilogram telah dipanen dan dipasok ke SPPG Desa Waplau.

“Masih ada semangka yang belum dipanen dan berikutnya akan kami distribusikan maupun pasarkan kepada masyarakat sekitar,” ungkap Sofian.

Kerja sama ini juga mendapat sambutan positif dari petugas SPPG Desa Waplau, Lili Hukul. Selaku chef dapur SPPG, ia mendukung pengembangan budidaya pertanian di Lapas Namlea, baik untuk sayuran maupun buah-buahan, karena hasilnya berpotensi memenuhi kebutuhan bahan pangan dapur SPPG.

“Karena ini baru pertama saya membelinya, mungkin ke depan kita bisa bekerja sama lagi dengan Lapas Namlea untuk memasok sayur maupun buah-buahan lainnya, contohnya seperti ketimun, tomat, cabai, dan lain sebagainya. Dengan begitu kami tidak perlu jauh-jauh lagi pergi ke pasar di perkotaan, karena semuanya sudah tersedia di Lapas Namlea,” tuturnya.

Lapas Namlea tidak hanya mendorong produktivitas Warga Binaan melalui budidaya pertanian, tetapi juga membuka peluang pemasaran hasil panen untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat. Kerja sama dengan SPPG Desa Waplau diharapkan dapat terus berkembang sehingga hasil pembinaan Warga Binaan memberikan manfaat yang lebih luas. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Namlea

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0