Everyday Khotmil Qur’an Perkuat Pembinaan Ramadan Warga Binaan Lapas Kelas I Cipinang
Jakarta, INFO_PAS – Kegiatan pembinaan selama Ramadan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus berjalan tertib dan berkesinambungan melalui rangkaian kegiatan spiritual yang terstruktur. Salah satu program yang menjadi penguat pembinaan tahun ini adalah Everyday Khotmil Qur’an yang dilaksanakan secara konsisten bersama kegiatan Ramadan lainnya, seperti Tarawih berjamaah, Tadarus Al-Qur’an, dan kajian keagamaan.
Melalui program Everyday Khotmil Qur’an, Warga Binaan diarahkan untuk membangun rutinitas ibadah yang disiplin dan terukur dengan semangat kebersamaan. Program ini menjadi ruang pembelajaran untuk memperdalam keimanan, memperkuat kontrol diri, dan membentuk karakter positif selama bulan suci. Seluruh pelaksanaan kegiatan berlangsung sesuai tata tertib dengan pendampingan serta pengawasan petugas agar tetap aman, kondusif, dan bermakna.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan Ramadan merupakan momentum strategis untuk memperkuat pembinaan kepribadian melalui pendekatan spiritual yang konsisten. Pernyataan tersebut disampaikannya saat diwawancarai media televisi nasional yang meliput kegiatan pembinaan Ramadan di Lapas Kelas I Cipinang, salah satunya TV One, Selasa (3/3).
“Ramadan adalah momen refleksi yang sangat kuat. Kami memanfaatkannya untuk memperkuat pembinaan spiritual dan membangun kesadaran diri Warga Binaan agar mampu memperbaiki sikap, meningkatkan ketakwaan, dan menyiapkan diri kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih positif. Salah satu penguatnya adalah Everyday Khotmil Qur’an yang kami jalankan secara konsisten, diiringi Tarawih, Tadarus, dan kajian,” tegasnya.
Wachid menambahkan perhatian media nasional terhadap pembinaan Ramadan di Lapas Kelasl I Cipinang menjadi penguat bahwa kegiatan pembinaan berjalan secara nyata dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kegiatan pembinaan ini terbuka untuk didokumentasikan. Kami ingin publik melihat pembinaan berjalan tertib, aman, dan berorientasi pada perubahan perilaku,” tambahnya.
Kepala Bidang Pembinaan, Iwan Setiawan, menjelaskan pembinaan Ramadan dirancang bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan proses pembentukan karakter yang menekankan aspek spiritual, moral, dan sosial. “Setiap kegiatan disusun untuk membangun ketenangan batin, disiplin, dan kebersamaan. Melalui Everyday Khotmil Qur’an dan rangkaian ibadah lainnya, Warga Binaan belajar konsisten, belajar saling menguatkan, dan menjaga ketertiban dalam keseharian,” jelasnya.
Salah satu Warga Binaan, RH, menyampaikan konsistensi kegiatan selama Ramadan memberi dampak nyata terhadap dirinya. “Everyday Khotmil Qur’an bikin kami punya target dan semangat setiap hari. Ditambah Tarawih dan Tadarus, hati jadi lebih tenang dan kami lebih sadar untuk memperbaiki diri. Ramadan di sini bukan sekadar rutinitas, tapi proses belajar untuk berubah,” ungkapnya.
Melalui pembinaan Ramadan yang dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan, Lapas Kelas I Cipinang menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang akuntabel, humanis, dan berorientasi pada perubahan perilaku Warga Binaan, selaras dengan semangat Kerja Nyata dan Pelayanan PRIMA. (IR)
Kontributor: Lapas Kelas I Cipinang
What's Your Reaction?


