Hasil Pembinaan Lapas Banjarmasin Diminati Pengunjung, Produk Warga Binaan Laris Manis

Hasil Pembinaan Lapas Banjarmasin Diminati Pengunjung, Produk Warga Binaan Laris Manis

Banjarmasin, INFO_PAS - Produk hasil karya Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin semakin diminati pengunjung. Berbagai hasil pembinaan kemandirian, mulai dari produk pertanian hingga kerajinan tangan, terjual di area kunjungan, Rabu (29/4), menjadi bukti meningkatnya daya saing produk Warga Binaan.

Sejumlah keluarga yang datang berkunjung tidak hanya melepas rindu, tetapi juga turut membeli produk hasil karya Warga Binaan yang dipajang rapi di selasar menuju area kunjungan.

Dari sektor pertanian, selada segar hasil budidaya Warga Binaan menjadi salah satu produk yang paling diminati. Dari kolam budidaya, ikan lele dan papuyu juga banyak dibeli pengunjung. Sementara itu, produk kerajinan berupa tas dari batok kelapa menarik perhatian karena tampil sederhana namun unik dan berkarakter.

Penempatan produk di jalur strategis, tepat di area utama menuju ruang kunjungan dan kantor, membuat produk mudah terlihat oleh setiap pengunjung yang melintas. Kondisi ini turut mendorong terjadinya transaksi pembelian secara langsung.

Berdasarkan data penjualan kegiatan kerja, tercatat penjualan 14 kilogram ikan lele, 5 bungkus akar pinang, 8 paket selada, 2 paket terung, 6 ikat daun bawang, 1 tas batok kelapa, dan 1 bungkus keripik tempe.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, menyampaikan bahwa tingginya minat pengunjung menunjukkan bahwa program pembinaan berjalan optimal.

“Produk-produk ini bukan hanya hasil karya, tetapi juga bagian dari proses pembinaan kemandirian Warga Binaan. Kami ingin mereka memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong pengembangan program kemandirian agar memberikan dampak nyata.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, baik dari segi keterampilan maupun produktivitas. Harapannya, Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan diri untuk kehidupan yang lebih baik setelah bebas,” tegasnya.

Salah satu pengunjung, Wati, mengaku terkesan dengan kualitas produk yang dihasilkan Warga Binaan.

“Saya tidak menyangka hasilnya bagus dan layak pakai. Tadi saya membeli sayuran hasil budidaya Warga Binaan, segar dan harganya juga terjangkau. Senang bisa ikut mendukung,” ungkapnya.

Pengunjung lainnya, Mahrita, yang membeli tas dari batok kelapa, juga mengapresiasi kreativitas Warga Binaan.

“Produk tas batok kelapa ini sangat unik, berbeda dari yang lain. Saya akan mempromosikannya di toko milik saya,” ujarnya.

Tak hanya keluarga Warga Binaan, para tamu yang berkunjung ke Lapas juga menunjukkan ketertarikan terhadap produk tersebut. Dari rasa penasaran, muncul apresiasi terhadap hasil karya Warga Binaan.

Sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi Pemasyarakatan, program pembinaan kemandirian di Lapas Banjarmasin terus dioptimalkan untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan nernilai jual. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0