Ibadah Oikumene di Lapas Banjarmasin Ajak Warga Binaan Hidup Berakar pada Firman

Ibadah Oikumene di Lapas Banjarmasin Ajak Warga Binaan Hidup Berakar pada Firman

Banjarmasin, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin kembali laksanakan ibadah Oikumene bagi Warga Binaan Kristiani, Jumat (30/1), di Gereja Oikumene Lapas. Ibadah tersebut dilayani oleh Yayasan Indonesia Bangkit & Bersinar (YIBB) Shine and Rise sebagai bagian dari pembinaan kepribadian berbasis kerohanian.

Ibadah diikuti oleh seluruh Warga Binaan Kristiani dan didampingi Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin. Kegiatan berlangsung khusyuk, diawali dengan pujian dan penyembahan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Firman Tuhan oleh Pdt. Tomi, S.Th.

Dalam khotbahnya yang mengangkat Mazmur 1:1–6, Pdt. Tomi menekankan pentingnya memilih jalan hidup yang berlandaskan Firman Tuhan. Ia menyampaikan bahwa kehidupan yang berakar pada kebenaran akan bertumbuh kuat, menghasilkan buah, dan mendapat berkat, berbeda dengan kehidupan yang tidak berpegang pada kebenaran yang diibaratkan seperti sekam yang mudah ditiup angin.

Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian memiliki peran strategis dalam proses pembinaan kepribadian Warga Binaan.

Ia menyampaikan bahwa nilai-nilai keimanan menjadi fondasi penting dalam membentuk sikap, karakter, dan pola pikir positif Warga Binaan.

“Melalui kegiatan ibadah ini, kami berharap Warga Binaan semakin dikuatkan imannya dan memiliki pegangan hidup yang benar. Nilai-nilai Firman Tuhan menjadi fondasi agar mereka mampu memperbaiki diri dan siap menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan,” ujar Akhmad Herriansyah.

Sementara itu, Pembina Gereja Oikumene Banjarmasin, Shendy, dalam renungannya mengajak Warga Binaan untuk tetap hidup benar di tengah berbagai tantangan. “Tuhan mengenal dan mengawasi jalan orang benar, serta memberikan perkenanan-Nya bagi mereka yang setia berjalan sesuai kehendak-Nya,” tuturnya.

Salah satu Warga Binaan, Imanuel, turut menyampaikan refleksi pribadi. Ia mengungkapkan bahwa kebiasaan saat teduh, membaca Alkitab, dan merenungkan Firman Tuhan menjadi pedoman utama dalam mengambil keputusan hidup.

“Firman Tuhan menjadi pegangan utama kami, bukan nasihat dunia yang menyesatkan,” tuturnya.

Melalui ibadah Oikumene ini, Lapas Banjarmasin berharap pembinaan kepribadian Warga Binaan Kristiani dapat terus berjalan optimal, menumbuhkan iman, harapan, serta karakter positif sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih bermakna. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0