Ini Anggaran Makan Napi per Hari

MEDAN - Anggaran untuk konsumsi narapidana (Napi) di Rumah tahanan (Rutan) Klas IA Tanjung Gusta Medan, cukup memprihatikan. Pada tahun ini, pemerintah pusat melalui kementerian hukum dan HAM (Kemenkuham) menganggarkan Rp 15.000 per napi. Sebelumnya, pada tahun 2014 per napi mendapat jatah makan sebesar Rp 8.600. Anggaran Rp15.000 per napi itu untuk tiga kali makan sehari. "Masih dilakukan revisi anggaran itu. Untuk biaya makan ada ketentuan, dalam penawaran sebesar Rp15 ribu," ungkap Kepala Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan, Tonny Nainggolan kepada Sumut Pos (Grup JPNN), Rabu (14/1) siang. Dia mengatakan, anggaran pengajuan untuk biaya makanan napi ada kenaikan dari tahun sebelumnya, seiring harga sembako yang terus meningkat. Hanya saja, kelayakan dan gizi makanan yang diberikan kepada seluruh warga binaan itu harus tetap mendapat perhatian. "Kita harus juga lah memikirkan makan mereka secara umum untuk makan yang bergizi," kata Tonny. Terpisah, Kepala

Ini Anggaran Makan Napi per Hari
MEDAN - Anggaran untuk konsumsi narapidana (Napi) di Rumah tahanan (Rutan) Klas IA Tanjung Gusta Medan, cukup memprihatikan. Pada tahun ini, pemerintah pusat melalui kementerian hukum dan HAM (Kemenkuham) menganggarkan Rp 15.000 per napi. Sebelumnya, pada tahun 2014 per napi mendapat jatah makan sebesar Rp 8.600. Anggaran Rp15.000 per napi itu untuk tiga kali makan sehari. "Masih dilakukan revisi anggaran itu. Untuk biaya makan ada ketentuan, dalam penawaran sebesar Rp15 ribu," ungkap Kepala Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan, Tonny Nainggolan kepada Sumut Pos (Grup JPNN), Rabu (14/1) siang. Dia mengatakan, anggaran pengajuan untuk biaya makanan napi ada kenaikan dari tahun sebelumnya, seiring harga sembako yang terus meningkat. Hanya saja, kelayakan dan gizi makanan yang diberikan kepada seluruh warga binaan itu harus tetap mendapat perhatian. "Kita harus juga lah memikirkan makan mereka secara umum untuk makan yang bergizi," kata Tonny. Terpisah, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumut Abyadi Siregar menyikapi anggaran makan itu. Dia meminta pemerintah memperhatikan kelayakan konsumsi yang bergizi. Pasalnya, warga binaan itu adalah manusia yang harus diperhatikan makannya setiap hari. Dia juga meminta anggaran yang mepet itu jangan lagi dipotong. "Sudah nilai segitu dipotong lagi, mau makan pakai apa lah warga binaan itu. Harusnya diberikan anggaran yang layak, bukan harus makan yang mewah. Kalau makan mewah repot juga nanti banyak orang mau penjara," ungkap Abyadi sembari tersenyum. (gus/ila) Sumber : jpnn.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0