Inovatif, Lapas Banjarmasin Kembangkan Pisang Cavendish di Lahan Rawa

Inovatif, Lapas Banjarmasin Kembangkan Pisang Cavendish di Lahan Rawa

Banjarmasin, INFO_PAS - Tantangan alam bukan alasan untuk berhenti tumbuh. Di tengah karakter lahan rawa yang dipengaruhi pasang surut air, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin justru lahirkan inovasi pengembangan tanaman pisang Cavendish dengan metode planterbag di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1.

Metode ini jadi solusi cerdas untuk atasi genangan air di lahan basah. Dengan menggunakan media tanam dalam planterbag, akar tanaman tetap terjaga dari kelebihan air, sehingga kesuburan tetap optimal dan pertumbuhan lebih terkontrol. Penempatan tanaman pun dirancang strategis di titik-titik yang aman dari limpasan air saat pasang tinggi.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Warga Binaan di bawah pendampingan Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian berbasis pertanian produktif.

Petugas Giatja, Yoga Primajaya, menegaskan bahwa pendekatan ini bukan sekadar menanam, tapi juga mengajarkan adaptasi terhadap kondisi alam.

"Kami tidak melawan alam, tapi belajar membaca ritmenya. Dengan planterbag, pisang Cavendish tetap bisa tumbuh subur meski berada di lahan rawa. Ini jadi pengalaman berharga bagi Warga Binaan dalam mengelola lahan marginal," ujarnya, Kamis (2/4).

Senada dengan itu, Kepala Seksi Giatja, Bagus Paras Etika, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bentuk optimalisasi lahan yang sebelumnya kurang produktif.

"SAE 1 kita dorong menjadi pusat pembelajaran sekaligus produksi. Dengan metode ini, lahan rawa yang dulunya dianggap terbatas justru bisa dimanfaatkan maksimal dan bernilai ekonomi," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menekankan pentingnya inovasi dalam pembinaan.

"Kami ingin Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga pulang membawa keterampilan nyata. Pengembangan pisang Cavendish ini adalah bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berdaya dan mandiri," tegasnya.

Dengan langkah ini, Lapas Banjarmasin menunjukkan bahwa dari tanah yang tergenang pun, harapan bisa tumbuh. Perlahan, dari balik jeruji, lahir kemandirian yang berakar kuat dan siap dipanen saat waktunya tiba. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0