Jalani Verifikasi Lapangan APBI Madya, Lapas Narkotika Karang Intan Paparkan Budaya Integritas
Karang Intan, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan ikuti Verifikasi Lapangan Anugerah Pembangunan Budaya Integritas (APBI) Madya melalui Zoom Meeting, Kamis (15/10). Dalam kegiatan tersebut, jajaran Lapas paparkan penerapan budaya integritas melalui penyelenggaraan pelayanan publik, penyediaan sarana dan prasarana, serta pelaksanaan tugas secara profesional dan akuntabel.
Tim Penilai Mandiri (TPM) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terdiri atas perwakilan Inspektorat Jenderal, Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Imigrasi, dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, ikuti kegiatan bersama Tim Zona Integritas (ZI), perwakilan Tim Evaluator Internal Reformasi Birokrasi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Narkotika Karang Intan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan antara tim penilai dan jajaran Lapas. Selanjutnya, Anjar Ani memandu virtual tour melalui Zoom untuk memperlihatkan kondisi lingkungan dan fasilitas pelayanan di Lapas Narkotika Karang Intan.
Dalam peninjauan tersebut, tim penilai melihat gerbang utama, area parkir, fasilitas pelayanan publik, ruang pelayanan, serta sarana pendukung bagi penyandang disabilitas. Petugas juga menjelaskan alur pelayanan bagi masyarakat dan memperkenalkan inovasi untuk memudahkan akses, meningkatkan kenyamanan, serta memperjelas prosedur pelayanan.
Selain meninjau fasilitas, tim penilai mewawancarai pejabat dan pegawai untuk menggali pemahaman serta penerapan budaya integritas dalam pelaksanaan tugas. Wawancara juga dilakukan terhadap pengunjung, keluarga Warga Binaan, dan Warga Binaan untuk mengetahui pengalaman mereka dalam menerima layanan. Proses ini menjadi bagian dari verifikasi kesesuaian antara komitmen integritas dan penerapannya di lapangan.
Yugo Indra Wicaksi menyampaikan bahwa verifikasi lapangan jadi kesempatan untuk menunjukkan penerapan budaya integritas dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan sehari-hari.
“Melalui verifikasi ini, kami menunjukkan bagaimana budaya integritas diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan. Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang mudah, jelas, transparan, dan sesuai ketentuan kepada masyarakat, sekaligus memastikan Warga Binaan memperoleh hak dan layanan pembinaan dengan baik. Bagi kami, integritas harus tercermin dalam perilaku petugas, kepatuhan terhadap aturan, dan kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh penerima layanan,” ujar Yugo.
Sementara itu, perwakilan Tim Penilai Mandiri dari Inspektorat Jenderal, Nimas Zaky Nabila, menyampaikan bahwa verifikasi lapangan menjadi kesempatan untuk melihat pelaksanaan pelayanan dan menggali informasi langsung dari petugas maupun penerima layanan.
“Verifikasi lapangan memberikan kesempatan kepada tim penilai untuk melihat pelaksanaan pelayanan serta menggali informasi dari petugas dan penerima layanan. Kami berharap komitmen pembangunan budaya integritas terus diterapkan secara konsisten sehingga tercermin dalam profesionalisme petugas, transparansi proses pelayanan, dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat,” ungkap Nimas.
Bagi Lapas Narkotika Karang Intan, verifikasi ini juga jadi bahan evaluasi untuk mempertahankan aspek pelayanan yang telah berjalan baik dan mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditingkatkan. Masukan dari tim penilai diharapkan dapat mendukung perbaikan tata kelola, kedisiplinan petugas, serta pengembangan pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan Warga Binaan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Narkotika Karang Intan
What's Your Reaction?


