Rutan Pekalongan Tampilkan Produk Kreatif Warga Binaan di Pekan Batik Nasional 2026
Pekalongan, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan berpartisipasi dalam Pekan Batik Nasional yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Alun-alun Pekalongan. Dalam kegiatan ini, Rutan Pekalongan tampilkan hasil pembinaan kemandirian Warga Binaan sebagai ajang memperkenalkan kreativitas dan keterampilan mereka kepada masyarakat.
Beragam produk kerajinan dipamerkan, mulai dari celana sarung, pouch batik, totebag batik, celengan berbentuk durian, miniatur, asbak rokok, hingga wadah tisu. Produk-produk tersebut mengutamakan kreativitas, fungsi, dan nilai estetika, sekaligus menunjukkan keterampilan yang dikembangkan di lingkungan Rutan.
Berdasarkan katalog produk Rutan Creative, celana sarung dijual seharga Rp75.000 dan pouch batik Rp25.000. Celengan durian dibanderol Rp35.000–Rp50.000, miniatur kapal dan kendaraan Rp35.000–Rp50.000, asbak rokok Rp25.000, wadah tisu Rp35.000, serta totebag batik Rp25.000–Rp30.000.
Partisipasi ini juga menjadi sarana memperkenalkan program pembinaan Pemasyarakatan kepada masyarakat. Produk berbahan batik menunjukkan pemanfaatan kain batik menjadi barang yang dapat digunakan sehari-hari, sedangkan kerajinan lainnya memperlihatkan kemampuan Warga Binaan menghasilkan produk fungsional yang memiliki nilai jual.
Salah satu pengunjung, Salman, mengaku tertarik dengan beragam produk yang dipamerkan. “Produknya menarik dan cukup beragam. Saya senang melihat hasil karya Warga Binaan seperti ini karena ternyata mereka mampu menghasilkan kerajinan yang memiliki nilai guna dan nilai jual. Semoga produk-produk ini semakin dikenal masyarakat,” ungkapnya.
Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk mengembangkan potensi dan kreativitas.
“Melalui kegiatan pembinaan kemandirian, kami berharap Warga Binaan dapat terus mengembangkan potensi dan kreativitasnya sehingga mampu menghasilkan produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Keterampilan ini diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya, Jumat (15/10).
Rutan Pekalongan berharap keikutsertaan dalam Pekan Batik Nasional dapat memperluas pengenalan produk hasil pembinaan sekaligus membuka peluang pengembangan keterampilan dan nilai ekonomi karya Warga Binaan. (afn)
Kontributor: Humas Rutan Pekalongan
What's Your Reaction?


