Kalapas Cipinang Pantau Produksi Batik Lintas Lima, Pastikan Kualitas dan Daya Saing

Kalapas Cipinang Pantau Produksi Batik Lintas Lima, Pastikan Kualitas dan Daya Saing

Jakarta, INFO_PAS - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, tinjau langsung proses produksi Batik Lintas Lima di Bengkel Kerja Lapas Cipinang, Rabu (29/4). Peninjauan ini guna pastikan kualitas hasil produksi sekaligus perkuat program pembinaan kemandirian Warga Binaan yang berorientasi pada keterampilan, produktivitas, dan daya saing.

Dalam kunjungannya, Kalapas meninjau setiap tahapan produksi, mulai dari desain motif, pencantingan, pewarnaan, hingga proses akhir. Ia juga berdialog langsung dengan Warga Binaan yang terlibat guna memastikan proses pembinaan berjalan optimal dan hasil karya tetap memenuhi standar mutu.

Wachid menegaskan bahwa pengawasan langsung merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas sekaligus memperkuat nilai ekonomi produk hasil karya Warga Binaan.

“Kontrol langsung ini penting untuk memastikan setiap tahapan produksi berjalan baik dan menghasilkan kualitas yang konsisten. Batik Lintas Lima bukan hanya hasil karya, tetapi simbol proses perubahan, pembelajaran, dan kemandirian Warga Binaan. Kami ingin produk ini memiliki identitas kuat dan mampu bersaing di masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembinaan kemandirian harus mampu memberikan bekal nyata agar Warga Binaan memiliki keterampilan produktif saat kembali ke tengah masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Lis Susanti, menyampaikan bahwa Lapas Cipinang memiliki peran strategis sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) pilot project branding Pemasyarakatan, sesuai Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-76.HK.03.02 Tahun 2025 tentang Penetapan Satuan Kerja Pemasyarakatan Pilot Project Pedoman Strategi Branding Pemasyarakatan.

“Batik Lintas Lima menjadi salah satu produk unggulan yang kami dorong sebagai wajah pembinaan kemandirian di Lapas Cipinang. Sebagai pilot project branding, kami tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga penguatan identitas produk, kualitas, pemasaran, dan nilai cerita di balik karya Warga Binaan,” ungkap Lis.

Sementara itu, RS, salah satu Warga Binaan yang terlibat dalam produksi, mengaku kegiatan ini memberinya keterampilan sekaligus harapan baru.

“Saya belajar banyak, mulai dari teknik membatik hingga ketelitian dalam menjaga kualitas. Dari sini saya merasa memiliki kemampuan yang bisa menjadi bekal saat kembali nanti. Ada rasa bangga ketika hasil karya kami diperhatikan langsung,” ujarnya.

Batik Lintas Lima diharapkan tidak hanya menjadi produk unggulan Lapas, tetapi juga simbol keberhasilan Pemasyarakatan dalam membangun karakter, keterampilan, dan masa depan Warga Binaan, selaras dengan semangat Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA—Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas I Cipinang

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0