Kanwil Ditjenpas Jateng Dukung Kelulusan 12 Warga Binaan D1 Teologi di Lapas Purwokerto

Kanwil Ditjenpas Jateng Dukung Kelulusan 12 Warga Binaan D1 Teologi di Lapas Purwokerto

Purwokerto, INFO_PAS - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah terus dorong pembinaan Warga Binaan berbasis pendidikan formal sebagai bagian dari proses perubahan perilaku dan reintegrasi sosial. Komitmen tersebut diwujudkan melalui wisuda 12 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto yang berhasil menyelesaikan pendidikan Diploma 1 (D1) Teologi, Rabu (4/2).

Wisuda secara resmi dipimpin oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso, sebagai hasil kolaborasi antara Lapas Purwokerto dan Sekolah Tinggi Teologi Anugerah Indonesia (STTAI). Program ini menjadi bukti bahwa pembinaan Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pengamanan, tetapi juga penguatan intelektual dan spiritual Warga Binaan.

Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Jateng, Ina Purnaningati Saputro, Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, serta jajaran Kepala UPT Pemasyarakatan se-Karesidenan Banyumas. Turut hadir perwakilan pimpinan STTAI sebagai otoritas akademik.

Mardi Santoso mengapresiasi ketekunan para Warga Binaan yang mampu menyelesaikan pendidikan di tengah masa pidana. Ia menegaskan bahwa capaian akademik tersebut harus menjadi titik balik dalam membangun karakter dan perilaku positif.

“Ilmu yang diperoleh harus menjadi bekal perubahan. Jadikan pendidikan ini sebagai awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan mampu memberi teladan saat kembali ke masyarakat,” tegas Mardi Santoso.

Mewakili Ketua Umum STTAI, Wakil Ketua I Bidang Akademik, Dr. Yohannes Agus, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara, termasuk Warga Binaan. Menurutnya, keterbatasan ruang tidak seharusnya membatasi kesempatan untuk berkembang secara intelektual dan spiritual.

“Kami berkomitmen memfasilitasi Warga Binaan yang memiliki semangat belajar. Pendidikan menjadi jalan resmi untuk memperbaiki kualitas diri dan menyiapkan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Perwakilan wisudawan, DEA, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mengikuti pendidikan tinggi di dalam Lapas. “Saya tidak pernah membayangkan bisa melanjutkan pendidikan dari dalam Lapas. Ini memberikan harapan baru sekaligus membangun kepercayaan diri saya untuk menatap masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

Kehadiran para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Karesidenan Banyumas dalam kegiatan ini menjadi momentum penguatan sinergi antarunit kerja dalam mengembangkan pembinaan berbasis pendidikan formal. Dengan dukungan Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah dan mitra pendidikan, program ini diharapkan berkelanjutan dan mampu mencetak Warga Binaan yang siap kembali ke masyarakat dengan bekal intelektual, spiritual, dan integritas yang kuat. (afn)

 

Kontributor: Humas Kanwil Ditjenpas Jateng

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0