Kanwil Ditjenpas NTT Dorong Pembinaan Kemandirian, SAE Lapas Kupang Jadi Contoh Pertanian Produktif
Kupang, INFO_PAS - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dorong pembinaan kemandirian Warga Binaan berbasis pemanfaatan lahan produktif. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pengelolaan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kupang yang mendapat perhatian langsung Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, Kamis (5/2).
Kunjungan Wakil Gubernur NTT menjadi momentum penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemasyarakatan dalam mendukung Asta Cita Presiden serta implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya pada sektor ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian.
Wakil Gubernur NTT disambut langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Andri Lesmono, Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Mahendra Sulaksana, para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Kota Kupang, serta jajaran petugas.
Dalam kunjungan tersebut, Kanwil Ditjenpas NTT mendampingi Wakil Gubernur meninjau langsung pengelolaan lahan SAE Lapas Kupang. Lahan yang sebelumnya berupa batu karang dan tidak produktif kini berhasil diolah menjadi area pertanian bernilai guna. Berbagai komoditas hortikultura dan tanaman pangan dikembangkan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian Warga Binaan.
Lahan hortikultura seluas 1 hektare menghasilkan kacang panjang, edamame, pepaya, terung, dan aneka sayuran. Selain itu, terdapat lahan jagung seluas 3 hektare yang dikelola melalui kerja sama dengan PT Silvano Maynard Jaya (SMJ) dan Pemuda Tani Indonesia Provinsi NTT. Hasil panen tidak hanya mendukung pembinaan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi karena sebagian telah dimanfaatkan dan dipasarkan, termasuk untuk kebutuhan dapur MBG.
Seluruh program pertanian tersebut dikelola langsung oleh Warga Binaan melalui skema pembinaan kemandirian. Warga Binaan dilibatkan sejak proses pengolahan lahan, penanaman, hingga panen, sekaligus dibekali keterampilan pertanian sebagai bekal kemandirian ekonomi setelah bebas.
Kepala Kanwil Ditjenpas NTT menegaskan bahwa Pemasyarakatan berkomitmen mendukung Asta Cita Presiden melalui 15 Program Aksi Kemenimipas dengan menghadirkan program pembinaan yang berdampak nyata.
“Pemasyarakatan siap mendukung Asta Cita Presiden melalui 15 Program Aksi Kemenimipas. Program pertanian ini menjadi langkah konkret karena hasilnya tidak hanya mendukung pembinaan Warga Binaan, tetapi juga dapat didistribusikan untuk MBG dan penguatan produk UMKM. Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi NTT dan seluruh mitra,” tegas Ketut Akbar.

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menyampaikan apresiasi atas langkah Kanwil Ditjenpas NTT dan jajaran Lapas Kupang dalam mengoptimalkan lahan tidak produktif menjadi pertanian yang bernilai.
“Saya mengapresiasi Kanwil Ditjenpas NTT dan Lapas Kupang yang mampu mengubah lahan tidak produktif menjadi pertanian yang menghasilkan. Program ini berdampak langsung pada pembinaan Warga Binaan dan berkontribusi pada penguatan ekonomi daerah. Ini contoh pembinaan konkret yang patut direplikasi,” ujar Johni Asadoma.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Menteri Dalam Negeri, Hoirddin Hasibuan serta perwakilan Dinas Pertanian Provinsi NTT sebagai bentuk dukungan kolaborasi lintas sektor untuk keberlanjutan program pembinaan berbasis pertanian di lingkungan Pemasyarakatan. (afn)
Kontributor: Humas Kanwil Ditjenpas NTT
What's Your Reaction?


