Kanwil Ditjenpas Sulteng Pastikan Lapas Perempuan Palu Bebas dari Narkoba

Kanwil Ditjenpas Sulteng Pastikan Lapas Perempuan Palu Bebas dari Narkoba

Palu, INFO_PAS – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah perkuat deteksi dini terhadap peredaran narkotika dan barang terlarang melalui razia dan tes urine Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu, Kamis (17/9). Langkah tersebut menjadi upaya memastikan lingkungan Pemasyarakatan tetap aman dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Pengawasan diperkuat melalui sinergi bersama Aparat Penegak Hukum (APH) dengan melibatkan unsur TNI, Kepolisian, dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah. Selain razia, tim juga melakukan tes urine secara acak terhadap 10 Warga Binaan sebagai pemeriksaan untuk mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan narkotika.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Sulawesi Tengah, melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Stady Steven Umboh, memimpin langsung tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan beserta satuan pengamanan Lapas Perempuan Palu. "Berdasarkan hasil razia fisik dan kamar hunian Warga Binaan di Lapas Perempuan Palu, tidak ditemukan narkoba maupun telepon seluler dan barang berbahaya lainnya," jelasnya.

Sementara itu, sampel tes urine menunjukkan negatif narkoba. Hasil tersebut tidak menjadi alasan untuk mengendurkan pengawasan. Sebaliknya, jajaran Pemasyarakatan akan terus melakukan evaluasi dan memperkuat pemeriksaan secara rutin dan berkala sebagai deteksi dini.

“Pengawasan dan razia akan terus kami lakukan rutin dan intensif. Capaian ini harus dipertahankan dengan memperkuat pengawasan internal sekaligus membangun sinergi dengan APH agar peredaran narkoba dan barang terlarang dicegah sejak dini,” tegas Stady.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana, mengatakan razia gabungan dan tes urine merupakan komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus memastikan lingkungan Lapas tetap bersih dari peredaran barang terlarang. “Kami bersyukur dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan narkoba maupun telepon seluler ilegal. Seluruh hasil tes urine juga negatif,” ujarnya.

Yoesiana menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pengawasan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh jajaran serta membangun sinergi dengan APH dan instansi terkait. “Komitmen kami tidak berhenti pada kegiatan hari ini. Seluruh jajaran akan terus menjaga integritas, meningkatkan pengawasan, serta memastikan lingkungan Lapas tetap aman, tertib dan bersih dari narkoba maupun barang-barang terlarang,” tegasnya.

Langkah tersebut mendapat dukungan dari Penyuluh Narkoba Ahli Madya BNNP Sulawesi Tengah, Hartini. Ia mengapresiasi keterlibatan jajaran Pemasyarakatan dalam melakukan pengawasan secara langsung sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan BNNP dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

“Upaya deteksi dini seperti razia dan pemeriksaan urine penting untuk menjaga lingkungan Pemasyarakatan tetap bersih dari narkoba. Kami mengapresiasi langkah Lapas Perempuan Palu yang terus membuka ruang sinergi dengan BNNP dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika,” ujar Hartini.

Bagi Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, lingkungan Pemasyarakatan yang bersih dari narkoba membutuhkan konsistensi pengawasan dan kerja bersama. Karena itu, penguatan deteksi dini, pemeriksaan berkala, serta kolaborasi dengan APH akan terus dilakukan untuk memastikan Lapas Perempuan Palu tetap aman, tertib, dan mendukung proses pembinaan Warga Binaan. (IR)

 

 

Kontributor: Kanwil Ditjenpas Sulteng, LPP Palu

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0