Kerajinan Tangan Warga Binaan Lapas Saumlaki Raih Apresiasi di Pesona Tanimbar
Saumlaki, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki turut meriahkan Pesona Tanimbar yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kepulauan Tanimbar dengan membuka stan pameran hasil karya Warga Binaan, Minggu (1/11). Dalam kegiatan tersebut, Lapas Saumlaki raih Juara III kategori Desain Suvenir Khas Tanimbar.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Dekranasda Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa. Pesona Tanimbar jadi ruang bagi para perajin dan pelaku usaha kreatif untuk memperkenalkan produk unggulan khas Tanimbar sekaligus melestarikan kekayaan budaya daerah.
Beragam kekayaan budaya ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari tarian tradisional, peragaan busana khas Tanimbar, hingga pameran kerajinan lokal. Lapas Saumlaki pamerkan berbagai kerajinan tangan hasil karya Warga Binaan. Prestasi yang diraih tunjukkan potensi kreativitas mereka dalam menghasilkan produk bernilai seni dan ekonomi.
Kepala Lapas Saumlaki, Agung Wibowo, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini jadi motivasi bagi Warga Binaan untuk terus mengembangkan potensi dan keterampilan.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi kami sekaligus membuktikan bahwa kreativitas Warga Binaan mampu bersaing dan mendapat apresiasi masyarakat. Kami berharap pencapaian ini semakin memotivasi mereka untuk terus berkarya dan menghasilkan produk berkualitas,” ungkap Agung.

Kepala Subseksi Pembinaan, David Philippus, menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam pameran tersebut juga membuka peluang pemasaran produk hasil pembinaan kemandirian.
“Kami terus mendorong Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan dan menghasilkan produk yang memiliki daya saing. Penghargaan ini menjadi penyemangat untuk meningkatkan kualitas pembinaan agar karya mereka semakin dikenal masyarakat,” jelas David.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Richie Laurens Anggito. Ia menilai kerajinan Warga Binaan memiliki potensi untuk dikembangkan, terutama produk yang mengangkat kekayaan budaya lokal.
“Hasil kerajinan Warga Binaan Lapas Saumlaki menunjukkan kreativitas yang patut diapresiasi. Selain memiliki nilai ekonomi, produk ini juga dapat memperkenalkan identitas budaya Tanimbar. Kami berharap keterampilan tersebut terus dikembangkan sebagai bekal positif bagi Warga Binaan ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Keikutsertaan dan prestasi tersebut jadi peluang bagi Lapas Saumlaki untuk memperkenalkan hasil pembinaan kemandirian sekaligus memperluas pemasaran produk karya Warga Binaan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Saumlaki
What's Your Reaction?


