Ditjenpas Matangkan Tiga Produk CSR Mahasiswa Magang Jurusan Sastra Inggris Unnes

Ditjenpas Matangkan Tiga Produk CSR Mahasiswa Magang Jurusan Sastra Inggris Unnes

Jakarta, INFO_PAS — Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) melalui Direktorat Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan matangkan tiga produk Corporate Social Responsibility (CSR) yang tengah dirancang mahasiswa magang jurusan Sastra Inggris, Universitas Negeri Semarang (Unnes). Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (28/10) ini menjadi penyempurnaan produk yang dirancang untuk mendukung kebutuhan informasi dan komunikasi Pemasyarakatan, khususnya dalam penggunaan bahasa Inggris.

(baca: Ditjenpas Fasilitasi Perancangan CSR Mahasiswa Magang Jurusan Sastra Inggris Unnes).

Sebelumnya, tiga mahasiswa magang Unness, yakni Andika Dwinugroho, Fachri Fachrezi, dan Muhammad Rasyid Ridho, telah mempresentasikan tiga konsep produk CSR, yaitu Glosarium Pemasyarakatan Bahasa Indonesia-Inggris (CSR 1), Introduction to Indonesian Correctional System for Foreigners (CSR 2), serta Administrative Permit Guide for Foreign Research & Media Access in Indonesian Corrections (CSR 3). Dalam evaluasi akhir, ketiga mahasiswa menerima sejumlah masukan untuk menyempurnakan ketepatan istilah, kesesuaian informasi, dan konsistensi penggunaan Bahasa Inggris.

Pada produk glosarium, misalnya, dilakukan penyesuaian istilah kelembagaan, hukum, kepegawaian, dan program pembinaan agar sesuai terminologi yang digunakan di lingkungan Pemasyarakatan. Sementara itu, produk pengenalan Sistem Pemasyarakatan Indonesia turut disempurnakan melalui standardisasi istilah organisasi, salah satunya penggunaan istilah Directorate of Social Guidance untuk Direktorat Pembimbingan Kemasyarakatan. Adapun produk panduan perizinan bagi peneliti dan media asing tidak memperoleh revisi atau komentar lebih lanjut dalam pembahasan akhir.

Penanggung Jawab Bidang Kerja Sama, Kurniawan, menyampaikan penyusunan produk informasi berbahasa Inggris perlu memperhatikan ketepatan istilah dan kesesuaian dengan Sistem Pemasyarakatan Indonesia. “Produk ini diharapkan tidak hanya membantu penyampaian informasi dalam Bahasa Inggris, tetapi juga memberikan pemahaman yang tepat kepada pihak asing mengenai sistem dan tata kelola Pemasyarakatan di Indonesia. Karena itu, ketepatan istilah dan substansi menjadi hal penting dalam proses penyempurnaannya,” ujarnya.

Perwakilan mahasiswa magang Unnes, Rasyid, menyampaikan proses penyusunan dan evaluasi produk memberikan pengalaman dalam menerapkan ilmu kebahasaan ke dalam kebutuhan komunikasi kelembagaan. “Kami belajar bahwa menerjemahkan istilah Pemasyarakatan tidak sekadar mencari padanan kata dalam Bahasa Inggris, tetapi juga memahami konteks dan sistem yang berlaku. Masukan dari Ditjenpas membantu kami menyempurnakan produk agar lebih akurat dan mudah dipahami,” ungkapnya.

Melalui penyempurnaan ini, Ditjenpas berharap ketiga produk CSR menjadi referensi pendukung komunikasi internasional dan membantu masyarakat asing memperoleh informasi yang tepat mengenai Sistem Pemasyarakatan Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi kolaborasi antara dunia pendidikan dan instansi pemerintah dalam menghasilkan produk bermanfaat bagi kebutuhan kelembagaan. (TDA)

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0