Kolaborasi Griya Abhipraya dan SAR-BT, 30 Klien Bapas Surabaya Lulus Kejar Paket
Surabaya, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surabaya melalui Program Griya Abhipraya bersama Sekolah Alam Raya Boneka Tanah (SAR-BT) konsisten dukung peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat. Sebanyak 153 peserta Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C terima ijazah pada Sabtu (18/7), termasuk 30 klien Bapas Surabaya yang berhasil selesaikan pendidikan kesetaraan.
Penyerahan ijazah kepada 10 lulusan Paket A, 42 lulusan Paket B, dan 101 lulusan Paket C dilaksanakan di halaman Griya Abhipraya Bapas Surabaya usai pentas seni yang ditampilkan para warga belajar. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Bimbingan Klien Dewasa, Christian, serta Ketua Yayasan Sekolah Alam Raya Boneka Tanah (SAR-BT), Eka Rina Wahyuni.
Program pendidikan kesetaraan ini menjadi solusi bagi masyarakat yang sempat putus sekolah karena berbagai faktor, seperti keterbatasan ekonomi, tuntutan pekerjaan, maupun persoalan keluarga. Para peserta berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, hingga Jombang.
Kepala Bapas Surabaya, Surakhmat, mengatakan Griya Abhipraya tidak hanya menjadi wadah pembimbingan bagi Klien Pemasyarakatan, tetapi juga ruang pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan.
"Program Griya Abhipraya turut mendukung pemerintah dalam mengatasi persoalan anak putus sekolah. Kami mengapresiasi seluruh Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan, khususnya PKBM SAR-BT, yang terus berkolaborasi memberikan layanan pendidikan secara gratis kepada masyarakat. Ke depan, Griya Abhipraya akan terus membuka kesempatan bagi klien dan masyarakat sekitar untuk mengembangkan keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja," ujar Surakhmat.
Salah seorang Klien lulusan Paket C, EF (28), mengaku bersyukur dapat kembali menyelesaikan pendidikannya setelah sempat putus sekolah.
"Saya sempat putus asa karena tidak bisa melanjutkan sekolah. Setelah mendapat informasi tentang program Paket C dari Pembimbing Kemasyarakatan, saya kembali semangat belajar hingga akhirnya memperoleh ijazah. Saya berharap bisa segera bekerja dan membantu keluarga," tuturnya.
Manajer Program Griya Abhipraya Bapas Surabaya, Yoyon Sukaryono, menjelaskan proses pembelajaran dirancang secara fleksibel agar dapat menjangkau seluruh peserta. Kegiatan belajar dilaksanakan melalui metode daring, tatap muka, maupun kunjungan langsung ke rumah bagi peserta yang berhalangan hadir.
"Pada tahun ajaran 2025/2026 ini terdapat sejumlah Klien Bapas Surabaya, bahkan anggota keluarga Klien, yang berhasil menyelesaikan pendidikan kesetaraan dan menerima ijazah. Setelah lulus, mereka juga memperoleh pembekalan vokasi dan keterampilan melalui Griya Abhipraya sebagai bekal memasuki dunia kerja," ujar Yoyon.
Ia menambahkan, sejumlah alumni PKBM SAR-BT telah berhasil bekerja di berbagai bidang, bahkan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
"Ada juga alumni yang berhasil bekerja hingga ke luar negeri. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan nonformal memiliki peluang yang sama untuk mengantarkan seseorang meraih masa depan yang lebih baik," imbuhnya. (afn)
Kontributor: Humas Bapas Surabaya
What's Your Reaction?


