Kreativitas Warga Binaan Lapas Tanjung Lahirkan Tas D'Payau Bernilai Ekonomis
Tanjung, INFO_PAS – Kreativitas Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung kembali terlihat melalui pembuatan Tas D'Payau yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai ekonomis sebagai hasil pembinaan kemandirian. Melalui subseksi kegiatan kerja, Warga Binaan laksanakan proses produksi kerajinan tersebut di area workshop Lapas Tanjung, Selasa (31/3).
Tas D'Payau merupakan produk kerajinan tangan yang dibuat melalui tahapan pelatihan terstruktur, mulai dari perancangan desain, pemilihan bahan, hingga proses perakitan yang mengedepankan kerapian dan kualitas hasil. Warga Binaan dibimbing secara langsung oleh petugas agar memiliki keterampilan aplikatif dan bernilai jual di tengah masyarakat.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik dan Kegiatan Kerja Abdul Hair, menjelaskan kegiatan ini merupakan program pembinaan kemandirian yang berorientasi pada peningkatan kemampuan produktif Warga Binaan. “Tas D'Payau bukan sekadar kerajinan, tetapi sarana pembelajaran kerja yang melatih ketelitian, kesabaran, dan tanggung jawab dalam menghasilkan produk yang layak dipasarkan,” ujarnya.
Pembinaan seperti ini menjadi bekal penting bagi Warga Binaan agar memiliki peluang usaha setelah kembali ke masyarakat. Keterampilan yang diperoleh selama di Lapas menjadi modal awal untuk membangun kehidupan yang lebih baik secara mandiri.
Salah satu Warga Binaan, Rudi, merasa termotivasi mengikuti kegiatan pembuatan Tas D'Payau karena memberikan pengalaman baru yang bermanfaat. “Saya merasa senang bisa belajar membuat tas yang hasilnya bagus dan bisa dijual. Kegiatan ini membuat kami lebih percaya diri karena memiliki keterampilan,” tuturnya.
Melalui pembinaan kemandirian ini, Warga Binaan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan positif, tetapi juga membangun pola pikir produktif serta rasa tanggung jawab dalam bekerja. Tas D'Payau yang dihasilkan menjadi bukti nyata bahwa proses pembinaan di Lapas mampu melahirkan karya bermanfaat bagi masyarakat.
Lapas Tanjung berharap program pembinaan kemandirian seperti pembuatan Tas D'Payau terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih luas, baik bagi Warga Binaan maupun masyarakat. Ke depan, keterampilan ini diharapkan menjadi jalan bagi Warga Binaan untuk berkontribusi secara mandiri, produktif, dan berdaya saing setelah bebas. (IR)
Kontributor: Lapas Tanjung
What's Your Reaction?


