Kreativitas Warga Binaan Rutan Rantau, Buat Keripik Singkong RuRa hingga Barber Shop Mini

Kreativitas Warga Binaan Rutan Rantau, Buat Keripik Singkong RuRa hingga Barber Shop Mini

Rantau, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Rantau kembali laksanakan pembuatan keripik singkong RuRa, Selasa (2/6).  Kegiatan ini diikuti Warga Binaan yang tergabung sebagai pekerja pada program pembinaan kemandirian.

Warga Binaan terlibat langsung dalam proses produksi mulai dari persiapan bahan baku, pengolahan, hingga pengemasan produk keripik singkong RuRa. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan pengawasan petugas guna memastikan proses berjalan aman, tertib, dan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Petugas pengawas, Noorhikmah, menjelaskan kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis dalam mengolah produk makanan, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama yang baik. “Kami terus melakukan pendampingan agar hasil produksi yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan layak dipasarkan,” jelasnya.

Salah satu Warga Binaan berinisial DED memperoleh banyak manfaat dari program pembinaan kemandirian yang diberikan. “Saya belajar keterampilan baru yang sebelumnya belum pernah saya kuasai. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga membuat saya lebih produktif dan memberikan motivasi untuk memiliki usaha sendiri setelah bebas nanti. Saya berterima kasih kepada Rutan Rantau yang telah memberikan kesempatan dan pembinaan bermanfaat bagi kami,” ungkapnya.

Selain itu, Rutan Rantau juga optimalkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui kegiatan barber shop mini untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis yang dapat menjadi modal usaha dan sumber penghasilan setelah kembali ke tengah masyarakat. Warga Binaan mendapatkan kesempatan untuk mempelajari teknik dasar hingga lanjutan dalam bidang pangkas rambut, mulai dari penggunaan peralatan, teknik pemotongan, hingga pelayanan kepada pelanggan.

Kegiatan berlangsung dengan pendampingan petugas sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan aman, tertib, dan efektif, Dimas Kurniawan. Ia menyampaikan program barber shop mini merupakan salah satu bentuk pembinaan yang memiliki prospek usaha yang cukup baik.

“Warga Binaan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis memangkas rambut, tetapi juga belajar mengenai kedisiplinan, ketelitian, dan etika pelayanan. Kami berharap keterampilan yang diperoleh menjadi bekal yang bermanfaat dan membuka peluang usaha mandiri setelah mereka kembali ke masyarakat,” harap Dimas.

Salah satu Warga Binaan berinisial JML antusias mengikuti program pembinaan tersebut. “Saya merasa senang karena mendapatkan kesempatan belajar keterampilan barber yang sebelumnya belum pernah saya pelajari. Kegiatan ini menambah kepercayaan diri saya dan memberikan harapan untuk memiliki pekerjaan atau membuka usaha sendiri setelah bebas nanti. Saya berterima kasih kepada Rutan Rantau atas pembinaan yang diberikan,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Rutan Rantau, Renaldi Hutagalung, menyampaikan program pembinaan kemandirian menjadi salah satu sarana untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat. “Ini merupakan komitmen kami dalam mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kami berharap keterampilan yang diperoleh Warga Binaan menjadi bekal yang bermanfaat sehingga mereka memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dan produktif setelah menyelesaikan masa pidananya,” harapnya.

Melalui pembuatan keripik singkong RuRa dan barber shop mini, Rutan Rantau berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan produktif dan bermanfaat bagi Warga Binaan. Diharapkan keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan mendukung proses reintegrasi sosial serta membantu Warga Binaan menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Rutan Rantau

 

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0