Panen 17 Kg Tauge, Lapas Batulicin Perkuat Ketahanan Pangan
Batulicin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin panen 17 kilogram tauge hasil program pembinaan kemandirian di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (6/8). Hasil panen tersebut jadi bagian dari upaya perkuat ketahanan pangan sekaligus asah keterampilan produktif Warga Binaan.
Proses budidaya libatkan dua Warga Binaan dengan pendampingan petugas pembinaan. Seluruh tahapan laksana secara langsung, mulai dari penimbangan biji kacang hijau, perendaman, fermentasi, hingga panen setelah tiga hari masa budidaya.
Pembinaan budidaya tauge tidak hanya ajarkan teknik produksi, tetapi juga tanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta pemahaman tentang budidaya pangan yang sederhana dan bernilai ekonomi. Melalui praktik langsung, Warga Binaan memperoleh pengalaman yang dapat jadi bekal setelah selesaikan masa pidana.
Seluruh hasil panen kemudian salurkan ke Dapur Sehat Lapas Batulicin sebagai bahan konsumsi bagi Warga Binaan. Pemanfaatan hasil panen tersebut menunjukkan keterpaduan antara pembinaan kemandirian dan program ketahanan pangan di lingkungan Lapas.
Petugas pembinaan Lapas Batulicin, Ahmad Jaidi Alfi, mengatakan pihaknya terus dampingi Warga Binaan selama proses budidaya agar seluruh tahapan berjalan optimal. Menurutnya, keterlibatan langsung Warga Binaan diharapkan mampu tingkatkan keterampilan sekaligus tumbuhkan semangat untuk terus belajar dan berkarya.
"Kami melaksanakan pendampingan sesuai arahan pimpinan agar proses budidaya tauge berjalan optimal dan Warga Binaan memperoleh pengalaman belajar secara langsung. Semoga keterampilan yang mereka dapatkan menjadi bekal untuk hidup lebih mandiri setelah selesai menjalani masa pembinaan," ujar Jaidi.
Salah seorang Warga Binaan, A, mengaku memperoleh pengetahuan baru selama mengikuti pembinaan budidaya tauge. Menurutnya, keterlibatan dalam setiap tahapan membuat dirinya memahami teknik budidaya yang benar sekaligus tumbuhkan keyakinan untuk mengembangkan usaha serupa setelah bebas.
"Saya baru mengetahui bahwa budidaya tauge dapat dilakukan dengan proses yang sederhana namun menghasilkan produk yang bermanfaat. Pengalaman ini menjadi bekal berharga karena memberikan keterampilan yang dapat saya manfaatkan untuk berusaha secara mandiri setelah selesai menjalani pembinaan," ungkap A.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan budidaya tauge merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang terintegrasi dengan program ketahanan pangan. Menurutnya, hasil produksi tidak hanya dukung kebutuhan internal, tetapi juga bentuk Warga Binaan yang produktif, terampil, dan siap mandiri.
"Pembinaan kemandirian harus menghasilkan manfaat yang nyata, baik bagi Warga Binaan maupun bagi Lapas. Melalui budidaya tauge ini, kami memperkuat ketahanan pangan sekaligus membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis yang memiliki nilai ekonomi sehingga mereka memiliki bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah bebas," tegas Kalapas.
Panen 17 kilogram tauge tersebut menjadi bukti konsistensi Lapas Batulicin dalam kembangkan pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan. Melalui pemanfaatan SAE sebagai sarana pembelajaran, Lapas Batulicin terus hadirkan pembinaan yang dukung ketahanan pangan sekaligus siapkan Warga Binaan agar mandiri dan berdaya saing. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


