Lapas Banjarbaru Tanam 1.000 Bibit Edamame, Perkuat Program Ketahanan Pangan
Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru tanam 1.000 bibit kacang edamame di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) sebagai bagian dari penguatan program ketahanan pangan, Senin (20/7). Kegiatan tersebut diikuti Kepala Lapas Banjarbaru, I Made Supartana, bersama pejabat struktural dan enam Warga Binaan yang terlibat langsung dalam proses penanaman.
Penanaman dilakukan secara gotong royong di lahan pertanian SAE yang telah dipersiapkan. Sebanyak 1.000 bibit edamame ditanam sebagai langkah pengembangan komoditas pertanian produktif sekaligus memberikan pengalaman dan keterampilan kepada Warga Binaan di bidang pertanian.
Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Lapas Banjarbaru terhadap program ketahanan pangan serta implementasi program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya mewujudkan kemandirian pangan melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia di Lapas dan Rumah Tahanan Negara.
I Made Supartana mengatakan pemanfaatan lahan produktif menjadi salah satu upaya menghadirkan pembinaan yang berdampak sekaligus mendukung program pemerintah.
“Penanaman 1.000 bibit edamame ini menjadi wujud dukungan kami terhadap program ketahanan pangan sekaligus sarana pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Kami akan terus mengoptimalkan lahan yang tersedia agar memberikan manfaat nyata, baik bagi pembinaan maupun penguatan ketahanan pangan,” ujarnya.
Salah seorang Warga Binaan yang mengikuti kegiatan, Zulkifli, mengaku memperoleh pengalaman baru melalui program tersebut.
“Saya senang bisa ikut menanam edamame. Selain menambah pengetahuan di bidang pertanian, kegiatan ini membuat kami lebih produktif dan memberikan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat,” katanya.
Melalui pengembangan komoditas pertanian di SAE, Lapas Banjarbaru terus memperkuat pembinaan kemandirian yang selaras dengan program ketahanan pangan nasional. Hasil budidaya diharapkan tidak hanya mendukung optimalisasi lahan, tetapi juga membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menjalani masa pidana. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Banjarbaru
What's Your Reaction?


