Lapas Banjarmasin Bentuk Kader Pangan, Dorong Kemandirian dari Blok Hunian

Lapas Banjarmasin Bentuk Kader Pangan, Dorong Kemandirian dari Blok Hunian

Banjarmasin, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin melalui Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) bentuk Kader Ketahanan Pangan di setiap blok hunian, Rabu (25/2). Setiap blok mengirimkan lima Warga Binaan sebagai calon kader yang akan menjadi penggerak program kemandirian di lingkungannya.

Kegiatan yang berlangsung di aula Lapas tersebut dipimpin langsung Kepala Seksi Giatja, Bagus Paras Etika, didampingi Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Obi Noverianda, serta Plh. Kasubsi Sarana Kerja, Muhammad Isnandar, bersama jajaran Seksi Giatja.

Dalam arahannya, Bagus Paras Etika menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak berhenti pada kegiatan bercocok tanam, melainkan bagian dari pembentukan karakter dan tanggung jawab. Setiap blok hunian akan dilengkapi tempat sampah terpilah sebagai bank sampah, sehingga pengelolaan limbah menjadi langkah awal membangun ekosistem pangan mandiri.

“Ketahanan pangan dimulai dari blok. Kita manfaatkan limbah botol plastik dan membiasakan pemilahan sampah sejak awal. Dari kebiasaan kecil, lahir perubahan besar,” tegasnya.

Sebagai penguatan wawasan, para calon kader mendapat materi pengelolaan sampah serta menyaksikan tayangan inspiratif tentang praktik ketahanan pangan mandiri yang berkelanjutan. Materi tambahan disampaikan Valentino, Peserta Magang Nasional, yang menekankan pentingnya pemilahan sampah organik, anorganik, dan limbah B3 sejak dari sumbernya.

Pada hari yang sama, Seksi Giatja mendistribusikan tempat sampah terpilah ke setiap blok. Sampah organik akan diolah menjadi kompos untuk mendukung budidaya tanaman seperti selada, pakcoy, kangkung, dan bayam. Sampah anorganik dipisahkan untuk memudahkan pengelolaan lanjutan, sementara limbah B3 ditangani sesuai prosedur demi menjaga keamanan lingkungan hunian.

Para kader juga mengunjungi SAE 2 untuk melihat praktik langsung program kemandirian yang telah berjalan, mulai dari budidaya sayuran sistem hidroponik, perikanan, hingga budidaya maggot sebagai pengolah sampah organik sekaligus pakan alternatif. Pemanfaatan limbah plastik sebagai media tanam turut menjadi contoh konkret penerapan ekonomi sirkular di dalam Lapas.

Kunjungan tersebut menjadi pembelajaran lapangan agar para kader tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu menerapkannya secara bertahap di blok masing-masing.

Salah satu Warga Binaan, NM, mengaku termotivasi mengikuti program tersebut. “Kami jadi paham bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari hal kecil. Kalau konsisten, ini bisa jadi bekal saat kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. “Pembinaan kemandirian harus menyentuh aspek nyata kehidupan. Ketahanan pangan adalah bekal penting agar Warga Binaan memiliki pola pikir produktif dan siap mandiri ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Program ini dirancang berkelanjutan dengan para kader sebagai koordinator budidaya dan pengelolaan lingkungan di tiap blok. Ketahanan pangan yang dibangun tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada perubahan sikap, tanggung jawab, dan kesiapan Warga Binaan untuk hidup mandiri setelah bebas. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0