Lapas Brebes Terapkan Pengelolaan Limbah Dapur Berbasis Maggot

Lapas Brebes Terapkan Pengelolaan Limbah Dapur Berbasis Maggot

Brebes, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes terus hadirkan inovasi dalam program pembinaan kemandirian Warga Binaan dengan mengembangkan budidaya maggot berbasis pemanfaatan limbah dapur. Langkah ini sekaligus menjadi upaya konkret dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan Lapas.

Program inovatif ini mengolah limbah organik dapur, seperti sisa sayuran dan makanan yang sebelumnya berpotensi menjadi sumber pencemaran lingkungan. Melalui budidaya maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF), limbah tersebut diubah menjadi sumber protein bernilai guna sekaligus mampu menekan volume sampah harian di lingkungan Lapas.

Kepala Lapas Brebes, Gowim Mahali, menyampaikan pengembangan budidaya maggot merupakan komitmen dalam menghadirkan pembinaan yang adaptif, produktif, dan berwawasan lingkungan. “Budidaya maggot tidak hanya bertujuan mengelola limbah dapur secara efektif, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pemberdayaan bagi Warga Binaan. Kami ingin pembinaan kemandirian benar-benar memberi bekal keterampilan yang bermanfaat dan berkelanjutan setelah mereka kembali ke masyarakat,” terangnya, Sabtu (7/2).

Pengembangan program ini dirancang sebagai pembelajaran lapangan berbasis kolaborasi melalui sinergi Peserta Magang Kementerian Ketenagakerjaan Batch II bersama Subseksi Bimbingan Kegiatan Kerja Lapas Brebes. Kolaborasi tersebut menjadi ruang belajar bersama yang mengintegrasikan teori dengan praktik langsung di lingkungan Pemasyarakatan.

Peserta magang terlibat langsung dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi budidaya maggot. Selain memperoleh pengalaman teknis, peserta magang juga memahami peran pembinaan kemandirian dalam Sistem Pemasyarakatan.

Salah satu peserta magang, Titin mengungkapkan keterlibatan dalam program ini memberikan pengalaman pembelajaran yang sangat berharga. “Melalui kegiatan ini, kami belajar bagaimana mengelola limbah dapur menjadi sesuatu yang bernilai sekaligus memahami proses pembinaan di Lapas. Ini bukan hanya soal budidaya maggot, tetapi juga tentang kerja sama, tanggung jawab, dan dampak positif bagi lingkungan,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga melibatkan peran aktif Warga Binaan sebagai subjek utama pembinaan. Mereka dibekali pengetahuan tentang pengelolaan limbah organik, teknik budidaya maggot, serta pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin, termasuk pada akhir pekan, dimanfaatkan untuk mengisi waktu luang Warga Binaan dengan aktivitas positif dan produktif.

Secara keseluruhan, budidaya maggot berbasis limbah dapur di Lapas Brebes menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pembinaan Pemasyarakatan yang inovatif dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi pembelajaran antara petugas, peserta magang, dan Warga Binaan, Lapas Brebes terus mendorong pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku positif, pemberdayaan, dan kepedulian terhadap lingkungan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Brebes

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0