Lapas I Tangerang Perkuat Transparansi Layanan Integrasi melalui KSSB

Lapas I Tangerang Perkuat Transparansi Layanan Integrasi melalui KSSB

Tangerang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang tingkatkan transparansi layanan integrasi bagi Warga Binaan melalui pemanfaatan Kiosk Self-Service Berpendamping (KSSB). Inovasi layanan ini memudahkan Warga Binaan peroleh informasi masa pidana dan pantau perkembangan usulan integrasi secara mandiri dengan tetap didampingi petugas.

Pemanfaatan KSSB disosialisasikan langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan bersama sejumlah pejabat struktural kepada Warga Binaan serta keluarga dan kerabat yang hadir dalam layanan kunjungan, Sabtu (18/7). Kegiatan tersebut menjadi sarana memperkenalkan fungsi dan kemudahan layanan yang tersedia melalui KSSB.

Melalui KSSB, Warga Binaan dapat mengakses berbagai informasi dan layanan, mulai dari informasi masa pidana, pemantauan usulan integrasi, pengisian formulir secara mandiri, hingga pencetakan dokumen. Meski berbasis digital, penggunaan layanan tetap didampingi petugas agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Salah satu fitur utama KSSB adalah pemantauan usulan integrasi. Melalui fitur ini, Warga Binaan dapat mengetahui perkembangan usulan beserta status prosesnya secara lebih terbuka sehingga memperoleh gambaran yang jelas mengenai tahapan yang sedang berjalan.

Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan Lapas I Tangerang, Yudhistira Putra, mengatakan pemanfaatan KSSB menjadi salah satu upaya memperkuat keterbukaan informasi dalam layanan integrasi.

"Warga Binaan dapat melihat sendiri persyaratan yang harus dipenuhi dan memantau perkembangan usulan integrasinya melalui KSSB. Dengan adanya informasi tersebut, Warga Binaan dapat memahami proses yang sedang dijalani dengan lebih jelas. Kami juga terus memberikan pendampingan agar layanan ini dapat dimanfaatkan dengan baik," ujar Yudhistira Putra.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Narapidana Lapas I Tangerang, Dwi Fu'ad Jamali, menegaskan transformasi digital harus memberi manfaat nyata sekaligus mendukung pemenuhan hak Warga Binaan.

"Transformasi digital dalam pelayanan Pemasyarakatan harus memberikan manfaat yang nyata bagi Warga Binaan. Melalui KSSB, kami ingin memberikan akses informasi yang lebih terbuka mengenai masa pidana dan proses usulan integrasi. Dengan adanya fitur monitoring, Warga Binaan dapat mengetahui perkembangan usulannya secara lebih transparan. Di saat yang sama, pendampingan petugas tetap diberikan untuk memastikan layanan berjalan dengan baik," tegasnya.

Menurut Dwi, digitalisasi layanan juga diharapkan dapat mendorong Warga Binaan lebih mandiri dalam memperoleh informasi mengenai hak dan layanan yang tersedia.

"Kami ingin pelayanan pembinaan dan pemenuhan hak Warga Binaan terus berkembang mengikuti kebutuhan. KSSB menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat dan transparan, sekaligus mendorong Warga Binaan lebih aktif memahami proses yang sedang dijalaninya. Namun, kemandirian tersebut tetap didukung dengan pendampingan petugas," tambahnya.

Bagi keluarga Warga Binaan, sosialisasi tersebut turut memberi pemahaman mengenai akses informasi yang tersedia selama proses pembinaan. Salah seorang keluarga Warga Binaan, Siti, mengapresiasi layanan tersebut karena dinilai memberi kejelasan mengenai proses yang dijalani anggota keluarganya.

"Menurut saya, layanan seperti ini sangat membantu. Kami sebagai keluarga jadi tahu bahwa informasi mengenai masa pidana dan proses integrasinya dapat diketahui melalui layanan yang sudah disediakan. Yang paling penting, perkembangan usulannya bisa dipantau sehingga informasinya lebih jelas dan tidak menimbulkan pertanyaan," ungkap Siti.

Lapas I Tangerang berharap Warga Binaan beserta keluarganya semakin memahami pemanfaatan KSSB sehingga akses terhadap informasi layanan menjadi lebih mudah, transparan, dan akuntabel. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas I Tangerang

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0