Lapas Kolonodale bersama APH Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine
Kolonodale, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kolonodale bersama Aparat Penegak Hukum (APH) terkait gelar apel bersama yang dilanjutkan dengan razia blok hunian serta tes urine terhadap Warga Binaan dan petugas, Jumat (18/9) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kolonodale, Bambang Hari Widodo, dan diikuti 65 personel dari berbagai unsur. Peserta terdiri atas 40 pegawai Lapas Kolonodale, 5 personel Batalyon Infanteri TP 825/Garuda Yudha Sakti Morowali Utara, 5 personel Kompi 1 Batalyon C Pelopor Brimob, 5 personel BNNK Morowali Utara, 5 personel Koramil 1311-03 Petasia, serta 5 personel BPBD Morowali Utara.
Apel bersama jadi langkah awal sebelum petugas menggeledah blok hunian. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari deteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) serta koordinasi Lapas bersama APH.
Usai apel, petugas beri pengarahan kepada Warga Binaan agar keluar dari kamar dan berbaris dengan tertib. Selanjutnya, petugas lakukan pemeriksaan badan serta penggeledahan kamar hunian secara teliti.
Dari hasil penggeledahan, petugas amankan sejumlah barang yang berpotensi mengganggu keamanan, yakni 2 botol kaca, 1 piring kaca, 7 paku, 1 peniti, 1 sumpit, 1 gelas kaca, 1 sendok stainless, 5 hanger stainless, 1 pinset, dan 1 obeng.
Kepala Lapas Kolonodale, Bambang Hari Widodo, mengatakan razia gabungan tersebut merupakan langkah preventif untuk memastikan kondisi Lapas tetap aman dan kondusif.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam melakukan deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Sinergi bersama APH sangat penting untuk memastikan Lapas Kolonodale tetap aman, tertib, serta bebas dari barang-barang yang dapat mengganggu keamanan,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam upaya memberantas handphone ilegal, peredaran narkoba, serta praktik penipuan dengan berbagai modus di Lapas dan Rutan.
Selain razia, kegiatan dilanjutkan dengan tes urine secara acak terhadap Warga Binaan dan petugas. Dari total 353 Warga Binaan, sebanyak lima orang dipilih secara acak oleh petugas BNNK Morowali Utara untuk mengikuti pemeriksaan, dengan hasil seluruhnya negatif.
Sementara itu, dari total 40 petugas Lapas Kolonodale, sebanyak lima orang juga jalani tes urine secara acak dengan hasil seluruhnya negatif.
Pelaksanaan tes urine dilakukan oleh Dokter Lapas Kolonodale, dr. Apriliani Amali, bersama petugas BNNK Morowali Utara.
Danton Kompi 1 Batalyon C Pelopor Brimob, Aipda Sudiana, menyampaikan bahwa keterlibatan personel Brimob dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya Lapas menjaga keamanan dan ketertiban.
“Kami siap mendukung kegiatan pengamanan dan deteksi dini yang dilaksanakan Lapas Kolonodale. Sinergi seperti ini penting untuk memperkuat pengawasan serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif di lingkungan Lapas,” ungkap Aipda Sudiana.
Seluruh barang hasil razia selanjutnya diinventarisasi dan diamankan untuk kemudian dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kegiatan razia gabungan dan tes urine berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Lapas Kolonodale juga melaporkan pelaksanaan kegiatan kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pengamanan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Kolonodale
What's Your Reaction?


