Perkuat Pembinaan Spiritual, Lapas Jember Fasilitasi Warga Binaan Belajar dan Menghafal Al-Qur’an
Jember, INFO_PAS – Kesempatan untuk memperbaiki diri selalu terbuka bagi setiap orang. Semangat inilah yang terus ditanamkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember melalui pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan.
Pada Rabu (4/11), Lapas Jember fasilitasi pembinaan baca tulis Al-Qur’an serta kegiatan Tahfiz sebagai upaya memperkuat keimanan dan membentuk pribadi yang lebih baik. Warga Binaan mendapatkan pendampingan untuk mempelajari cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kemampuan masing-masing. Sementara itu, melalui program Tahfiz, Warga Binaan diberikan kesempatan untuk menyetorkan hafalan ayat-ayat suci Al-Qur’an sekaligus menjaga dan meningkatkan hafalan yang telah dipelajari.
Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Fitrian Romadhon, menyampaikan pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter, memperkuat mental, dan memberikan bekal spiritual bagi Warga Binaan. Kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi landasan dalam menjalani kehidupan setelah kembali ke masyarakat.
“Kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi Warga Binaan untuk belajar dan memperbaiki diri. Melalui pembinaan Baca Tulis Al-Quran dan Tahfiz, kami berharap mereka tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Harapannya, ilmu dan hafalan yang diperoleh terus dijaga dan menjadi bekal kehidupan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat,” harap Fitrian.
Dukungan terhadap pembinaan keagamaan juga disampaikan oleh Ahmad Solihin selaku petugas Kementerian Agama Kabupaten Jember yang turut berperan dalam penguatan pendidikan keagamaan. Kesempatan belajar Al-Qur’an di lingkungan Pemasyarakatan merupakan langkah positif dalam memberikan akses pendidikan agama sekaligus membangun kesadaran spiritual bagi Warga Binaan.
“Pembinaan baca tulis dan hafalan Al-Qur’an merupakan bagian penting dalam membentuk karakter religius. Kami berharap Warga Binaan mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, tidak hanya mengejar kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Masa pembinaan hendaknya menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.,” tutur Ahmad.
Salah seorang Warga Binaan, berinisial SA mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan belajar agama yang diberikan. Baginya, kegiatan tersebut tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memberikan ketenangan batin dan motivasi untuk terus memperbaiki diri.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami bisa belajar membaca Al-Qur’an dengan lebih baik, menambah hafalan, sekaligus mendekatkan diri kepada Allah Swt. Saya berharap bisa terus belajar dan menjaga hafalan ini sehingga menjadi bekal ketika kembali ke keluarga dan masyarakat,” harap SA.
Lebih dari sekadar aktivitas keagamaan, pembinaan Baca Tulis Al-Quran dan Tahfiz juga menjadi sarana menanamkan kedisiplinan, kesabaran, ketekunan, dan kesungguhan dalam menjalani proses perubahan diri. Keterbatasan ruang gerak tidak menjadi penghalang bagi Warga Binaan untuk terus belajar, meningkatkan kualitas diri, dan membangun harapan akan masa depan yang lebih baik.
Melalui pembinaan keagamaan berkelanjutan, Lapas Jember berkomitmen menghadirkan Pemasyarakatan humanis dan berorientasi pada perubahan perilaku. Diharapkan, nilai-nilai Al-Qur’an yang dipelajari dan dihafalkan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari, sehingga Warga Binaan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih beriman, berakhlak, dan bermanfaat bagi sesama. (IR)
Kontributor: Lapas Jember
What's Your Reaction?


