Lapas Kotabaru Perkuat Layanan Kesehatan melalui Kolaborasi Fasilitas Kesehatan Jejaring

Lapas Kotabaru Perkuat Layanan Kesehatan melalui Kolaborasi Fasilitas Kesehatan Jejaring

Kotabaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru tingkatkan kualitas layanan kesehatan bagi Warga Binaan melalui penguatan kolaborasi dengan berbagai fasilitas kesehatan jejaring. Upaya tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Aula Lapas Kotabaru, Senin (20/7), sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan transformasi Klinik Pratama Lapas Kotabaru menuju Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan.

Perjanjian kerja sama melibatkan dokter umum, dokter gigi, Laboratorium Surya Farma, bidan, apoteker, dan perawat. Kehadiran tenaga kesehatan jejaring diharapkan memperkuat pelayanan medis, kefarmasian, laboratorium, kesehatan gigi dan mulut, keperawatan, hingga kebidanan sehingga seluruh kebutuhan pelayanan kesehatan tingkat pertama dapat terpenuhi sesuai standar yang berlaku.

Kolaborasi tersebut juga menjadi solusi atas keterbatasan sumber daya manusia kesehatan di Klinik Lapas Kotabaru yang saat ini hanya memiliki satu tenaga kesehatan tetap, yakni seorang perawat. Dengan dukungan tenaga kesehatan jejaring, pelayanan kepada Warga Binaan diharapkan semakin optimal, mulai dari pemeriksaan, pengobatan, hingga pelayanan rujukan apabila diperlukan.

Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, mengatakan penguatan layanan kesehatan merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar Warga Binaan sekaligus upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemasyarakatan.

"Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi Warga Binaan. Dengan dukungan tenaga kesehatan jejaring, kami optimistis Klinik Lapas Kotabaru dapat memenuhi standar sebagai FKTP sehingga pelayanan kesehatan dapat semakin cepat, profesional, dan berkesinambungan," ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan transformasi Klinik Pratama menjadi FKTP tidak hanya bergantung pada kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga membutuhkan dukungan tenaga kesehatan yang kompeten serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

"Kami berharap kolaborasi ini menjadi fondasi yang kuat dalam mewujudkan Klinik Lapas Kotabaru sebagai FKTP yang mampu memberikan pelayanan kesehatan primer secara optimal, terintegrasi dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional, dan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan," tambahnya.

Sementara itu, dokter umum jejaring, dr. Djoko Santoso, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara Lapas dan fasilitas kesehatan jejaring akan memperluas akses pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan sekaligus mendukung peningkatan mutu layanan di Klinik Lapas Kotabaru.

"Kami siap memberikan dukungan sesuai kompetensi agar pelayanan kesehatan di Klinik Lapas Kotabaru berjalan optimal. Melalui kolaborasi ini, pemeriksaan, pengobatan, hingga layanan rujukan dapat dilaksanakan secara lebih efektif sehingga kebutuhan kesehatan Warga Binaan dapat terpenuhi dengan baik," ungkap dr. Djoko.

Kerja sama ini menjadi salah satu tahapan penting dalam transformasi Klinik Pratama Lapas Kotabaru menuju FKTP. Melalui sinergi dengan berbagai fasilitas kesehatan jejaring, Lapas Kotabaru terus memperkuat layanan kesehatan yang profesional, terintegrasi, dan berkelanjutan sebagai wujud pemenuhan hak kesehatan bagi setiap Warga Binaan. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Kotabaru

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0