Lapas Kuala Tungkal Kenalkan Sistem Pemasyarakatan lewat Edutrip bersama Mahasiswa Univ. Islam An-Nadwah

Lapas Kuala Tungkal Kenalkan Sistem Pemasyarakatan lewat Edutrip bersama Mahasiswa Univ. Islam An-Nadwah

Kuala Tungkal, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kuala Tungkal sambut kunjungan dari Universitas Islam An-Nadwah Kuala Tungkal dalam kegiatan education trip (edutrip), Kamis (15/10). Kegiatan ini diikuti 21 peserta yang terdiri dari 18 mahasiswa dan tiga dosen, termasuk Wakil Rektor III Universitas Islam An-Nadwah Kuala Tungkal, Dr. Nurul Hidayah Tumadi.

Rombongan disambut langsung oleh Kepala Lapas Kuala Tungkal, Iwan Darmawan, beserta jajaran struktural. Kunjungan tersebut menjadi wadah edukasi sekaligus ruang dialog interaktif bagi para peserta untuk memahami secara langsung pelaksanaan Sistem Pemasyarakatan yang berorientasi pada rehabilitasi, pembinaan, dan reintegrasi sosial Warga Binaan.

Iwan menyampaikan apresiasi atas kunjungan civitas akademika Universitas Islam An-Nadwah. Menurutnya, sinergi antara Lapas dan dunia pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan. "Lapas bukan hanya tempat menjalani pidana, tetapi juga menjadi wadah pembinaan yang bertujuan membentuk kembali Warga Binaan agarb erintegrasi secara positif di tengah masyarakat. Kami berharap mahasiswa melihat secara langsung proses pembinaan dilaksanakan secara humanis, terukur, dan berorientasi pada perubahan perilaku," harapnya,

Pada kesempatan tersebut, peserta menerima pemaparan mengenai Sistem Pemasyarakatan dan berbagai program pembinaan yang diselenggarakan di Lapas Kuala Tungkal. Materi yang disampaikan meliputi pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan, pendidikan, dan pembentukan karakter, dan pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

Tidak hanya mengikuti sosialisasi di dalam ruangan, para mahasiswa dan dosen juga diajak untuk meninjau secara langsung Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kuala Tungkal. Peserta berkesempatan melihat berbagai program pembinaan kemandirian yang dikelola Warga Binaan, meliputi program perikanan pada 20 kolam, perkebunan yang meliputi pisang, tebu dan kangkung, serta peternakan ayam kampung dan bebek.

Melalui peninjauan langsung ke area SAE, para peserta memperoleh gambaran nyata mengenai implementasi pembinaan berbasis produktivitas di lingkungan Pemasyarakatan. Program-program tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan keterampilan kerja bagi Warga Binaan, tetapi juga upaya meningkatkan kesiapan mereka untuk kembali hidup mandiri dan produktif di tengah masyarakat.

Selaku Wakil Rektor III Universitas Islam An-Nadwah Kuala Tungkal, Dr. Nurul Hidayah Tumadi apresiasinya kepada jajaran Lapas Kuala Tungkal yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung mengenai Sistem Pemasyarakatan. "Edutrip ini menjadi media pembelajaran yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Mereka melihat secara nyata bagaimana Sistem Pemasyarakatan bekerja, memahami tantangan yang dihadapi, dan mengetahui berbagai upaya pembinaan yang dilakukan untuk membantu Warga Binaan kembali menjadi bagian produktif dari masyarakat. Pengalaman ini menjadi pengetahuan berharga yang tidak hanya diperoleh dari teori di ruang perkuliahan," ungkapnya.

Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif dan komunikatif. Para mahasiswa antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait pelaksanaan pembinaan, hak dan kewajiban Warga Binaan, program kemandirian, hingga peran Pemasyarakatan dalam mendukung proses reintegrasi sosial.

Putri, salah satu mahasiswa yang mengikuti edutrip, menerangkan kini jadi tahu bagaimana kegiatan Warga Binaan di Lapas. “Berbeda dari berita negatif yang dikabarkan di media sosial bahwa mereka disiksa dan lain sebaginya, ternyata tidak sama sekali. Di Lapas Kuala Tungkal justru mereka diberi bekal untuk bebas kelak,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, menyampaikan Edutrip Pemasyarakatan merupakan sarana strategis untuk memperkenalkan pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan kepada masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan generasi muda. “Kami ingin membuka ruang pembelajaran dan dialog agar masyarakat memahami Pemasyarakatan secara utuh. Pemasyarakatan tidak hanya tentang pelaksanaan pidana, tetapi juga tentang pembinaan, pemberdayaan, dan mempersiapkan Warga Binaan agar kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, mandiri, dan produktif. Kami berharap kegiatan ini membangun pemahaman objektif sekaligus mengurangi stigma negatif terhadap Warga Binaan,” harap Irwan.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kuala Tungkal berharap wawasan yang dibagikan memberikan manfaat nyata bagi para peserta sekaligus mempererat hubungan kelembagaan dengan Universitas Islam An-Nadwah Kuala Tungkal. Sinergi antara dunia akademik dan Pemasyarakatan diharapkan terus berkembang melalui berbagai program edukatif lainnya. (IR)

 

Kontributor: Lapas Kuala Tungkal, Kanwil Ditjenpas Jambi

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0