Lapas Kuningan Tumbuhkan Budaya Membaca melalui Gerakan Literasi 'Aksara Tanpa Batas'

Lapas Kuningan Tumbuhkan Budaya Membaca melalui Gerakan Literasi 'Aksara Tanpa Batas'

Kuningan, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan tingkatkan kualitas pembinaan melalui penguatan budaya literasi. Komitmen tersebut diwujudkan dengan gelar Gerakan Literasi "Aksara Tanpa Batas" bekerja sama dengan Universitas Bhakti Husada Indonesia di Aula Lapas Kuningan, Selasa (7/7).

Kegiatan tersebut dihadiri Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Kuningan yang juga menjabat Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik), Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat), perwakilan Universitas Bhakti Husada Indonesia, serta Warga Binaan.

Melalui program tersebut, Warga Binaan dapat edukasi mengenai pentingnya budaya membaca, peningkatan kemampuan literasi, serta motivasi untuk terus belajar sebagai bekal saat kembali ke masyarakat. Kegiatan juga diisi diskusi interaktif yang memberi ruang bagi Warga Binaan untuk berbagi pengalaman dan perluas wawasan.

Plh. Kepala Lapas Kuningan, Rizki Mauli Siregar, mengatakan literasi menjadi salah satu fondasi penting dalam proses pembinaan Warga Binaan.

"Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membangun pola pikir, karakter, serta membuka kesempatan bagi Warga Binaan untuk terus berkembang. Melalui Gerakan 'Aksara Tanpa Batas' ini, kami berharap Warga Binaan memiliki semangat belajar sepanjang hayat sehingga siap menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat. Sinergi dengan Universitas Bhakti Husada Indonesia menjadi langkah positif dalam memperkuat kualitas pembinaan di Lapas Kuningan," jelas Rizki.

Sementara itu, Kasi Binadik Lapas Kuningan, Kusrin Yusuf, mengatakan kegiatan literasi menjadi bagian penting dari pembinaan kepribadian yang berkelanjutan.

"Pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan dan pola pikir Warga Binaan. Budaya membaca dan belajar akan membentuk karakter yang lebih positif, meningkatkan rasa percaya diri, serta menjadi bekal yang sangat berharga dalam proses reintegrasi sosial. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dengan melibatkan berbagai mitra Pendidikan,” tuturnya.

Kerja sama antara Lapas Kuningan dan Universitas Bhakti Husada Indonesia diharapkan buka peluang pengembangan program edukatif lainnya guna tingkatkan kualitas sumber daya manusia Warga Binaan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Kuningan hadirkan pembinaan yang edukatif dan berorientasi pada pembentukan Warga Binaan yang lebih siap kembali ke tengah masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Kuningan

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0