Lapas Luwuk Produksi Nutrisi Hidroponik Mandiri, Buka Peluang Usaha
Luwuk, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk kembangkan produksi nutrisi hidroponik secara mandiri sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian yang produktif dan inovatif, Rabu (21/10). Inovasi yang berawal dari gagasan salah satu peserta magang pada Bagian Kegiatan Kerja ini bertujuan penuhi kebutuhan budidaya tanaman sekaligus buka peluang usaha bernilai ekonomi.
Produksi nutrisi hidroponik tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instalasi hidroponik di lingkungan Lapas Luwuk, tetapi juga berpotensi dipasarkan kepada masyarakat, khususnya pelaku budidaya tanaman dengan sistem hidroponik. Nutrisi tersebut ditawarkan dengan harga Rp50.000 per liter dalam kemasan 5 liter seharga Rp250.000.
Petugas Kegiatan Kerja Lapas Luwuk, Indra, menyampaikan bahwa produksi nutrisi hidroponik mandiri merupakan inovasi yang memberikan manfaat bagi kegiatan pertanian sekaligus membuka peluang usaha.
"Produksi nutrisi hidroponik ini merupakan salah satu bentuk inovasi yang kami kembangkan dalam kegiatan kerja. Kami tidak hanya berupaya memenuhi kebutuhan nutrisi untuk instalasi hidroponik di dalam Lapas, tetapi juga melihat peluang agar produk ini dapat dipasarkan kepada masyarakat," ujar Indra.
Kegiatan ini juga beri pengalaman baru bagi Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan kerja. Salah satunya P yang mengaku kegiatan hidroponik menambah pengetahuannya tentang budidaya tanaman dan pentingnya pemenuhan nutrisi yang tepat.
"Saya mendapatkan banyak pengetahuan baru melalui kegiatan ini. Kami belajar bahwa keberhasilan budidaya hidroponik tidak hanya bergantung pada cara menanam dan merawat tanaman, tetapi juga pada nutrisi yang diberikan. Saya berharap keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan ini dapat menjadi bekal untuk melakukan kegiatan produktif setelah kembali ke masyarakat," ungkap P.
Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, mengapresiasi inovasi tersebut sebagai bagian dari upaya membangun program pembinaan yang kreatif, produktif, dan berorientasi pada kemandirian.
"Kami mengapresiasi inovasi yang lahir dari lingkungan kegiatan kerja, termasuk gagasan yang dikembangkan oleh peserta magang. Kami berharap kegiatan ini dapat mendukung ketahanan pangan, memperkuat kemandirian, dan memberikan pengalaman praktis yang bermanfaat bagi Warga Binaan," tegas Bahrun. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Luwuk
What's Your Reaction?


