Lapas Piru Gandeng Puskesmas dan Dinkes SBB, 100 Warga Binaan Ikuti Sosialisasi dan Tracing TBC

Lapas Piru Gandeng Puskesmas dan Dinkes SBB, 100 Warga Binaan Ikuti Sosialisasi dan Tracing TBC

Piru, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru bekerja sama dengan Puskesmas Piru dan Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) gelar sosialisasi dan penelusuran (tracing) tuberkulosis (TBC) bagi 100 Warga Binaan di Aula Lapas Piru, Rabu (21/10). Kegiatan ini dilakukan untuk tingkatkan pemahaman tentang TBC sekaligus mendukung deteksi dini dan penanganan penyakit tersebut.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Subseksi Perawatan Narapidana dan Anak Didik Lapas Piru, Ellen Dienza Anakotta, bersama Kepala Puskesmas Piru, Ilona Sopamena. Selanjutnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten SBB, Lili Patikeihatu, menyampaikan materi tentang TBC.

Ellen tekankan pentingnya kesadaran Warga Binaan dalam menjaga kesehatan dan segera melaporkan keluhan yang berpotensi mengarah pada gangguan kesehatan.

“Melalui kegiatan ini, kami mendorong Warga Binaan agar lebih peduli terhadap kesehatan, memahami gejala penyakit, dan tidak ragu menyampaikan keluhan kepada petugas. Deteksi dini sangat penting agar mereka yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Ellen.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Lili menjelaskan pentingnya mengenali gejala TBC, menjalani pemeriksaan sedini mungkin, serta mengikuti pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan apabila terdiagnosis TBC.

“TBC perlu diwaspadai karena dapat menular melalui udara. Karena itu, masyarakat, termasuk Warga Binaan, perlu memahami gejalanya, seperti batuk berkepanjangan, demam, berkeringat pada malam hari, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Jika mengalami keluhan tersebut, segera sampaikan kepada petugas kesehatan agar dapat diperiksa lebih lanjut,” ujar Lili.

Usai sosialisasi, petugas melakukan penelusuran TBC dan pemeriksaan kesehatan terhadap 100 Warga Binaan. Dari pemeriksaan awal, lima orang teridentifikasi sebagai terduga TBC, tiga orang mengalami prahipertensi, 11 orang mengalami hipertensi, dan delapan orang terindikasi pradiabetes. Selain itu, lima orang menjalani pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk mendukung pemeriksaan TBC lebih lanjut.

Perawat Lapas Piru, Ns. Suryani, menyampaikan bahwa hasil penelusuran tersebut menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan pemeriksaan dan penanganan lanjutan.

“Setiap temuan perlu ditindaklanjuti berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan. Dengan demikian, Warga Binaan yang membutuhkan penanganan dapat memperoleh pelayanan sesuai kondisi dan kebutuhan medisnya,” jelas Suryani.

Kepala Puskesmas Piru, Ilona Sopamena, menegaskan bahwa kerja sama antara fasilitas pelayanan kesehatan dan Lapas penting untuk mendukung pencegahan serta penemuan kasus TBC sejak dini.

“Penanganan TBC tidak dapat dilakukan sendiri. Diperlukan kerja sama dalam edukasi, pemeriksaan, dan pemantauan kesehatan agar Warga Binaan yang membutuhkan pelayanan dapat teridentifikasi dan memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medis,” ungkap Ilona.

Sementara itu, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan komitmen jajarannya untuk terus memperkuat pelayanan kesehatan melalui kerja sama lintas sektor.

“Kami terus memperkuat koordinasi dengan Puskesmas Piru dan Dinas Kesehatan Kabupaten SBB untuk mendukung deteksi dini, pencegahan penyakit menular, dan tindak lanjut pemeriksaan kesehatan Warga Binaan,” tegas Hery.

Melalui kegiatan ini, Lapas Piru bersama instansi kesehatan terkait terus mendorong pencegahan dan pengendalian TBC sekaligus memastikan Warga Binaan memperoleh akses terhadap pemeriksaan dan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan. Upaya ini diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan Pemasyarakatan yang sehat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Piru

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0