Lapas Madiun Dukung Audit Kinerja Program Ketahanan Pangan Bidang Peternakan
Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun dukung pelaksanaan audit kinerja atas pembinaan kemandirian ketahanan pangan bidang peternakan oleh Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Itjen Kemenimipas), Selasa (27/10). Audit ini mencakup pelaksanaan program ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan pada Tahun Anggaran 2025 hingga Oktober 2026.
Audit tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Inspektur Jenderal Nomor INJ-PW.02.04-1506 tanggal 23 Oktober 2026. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan program pembinaan kemandirian bidang peternakan berjalan secara ekonomis, efisien, efektif, dan akuntabel, sekaligus mendukung pelaksanaan Program Aksi Kemenimipas Tahun 2026.
Dalam pelaksanaannya, Lapas Madiun siapkan dokumen dan data dukung terkait penyelenggaraan program peternakan untuk diperiksa oleh tim audit. Aspek pemeriksaan meliputi kebijakan dan regulasi, perencanaan dan alokasi sumber daya, pemanfaatan lahan dan fasilitas kerja, pengelolaan serta pembinaan Warga Binaan, pengadaan kebutuhan peternakan, hasil produksi dan penjualan, serta pengelolaan penerimaan. Aspek kemitraan, pemantauan, dan pengelolaan risiko juga termasuk dalam ruang lingkup pemeriksaan.
Kepala Lapas Madiun, Fajar Nur Cahyono, menyampaikan bahwa audit kinerja jadi bagian penting dari evaluasi untuk memastikan program pembinaan kemandirian berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi organisasi maupun Warga Binaan.
“Bagi kami, program ketahanan pangan bidang peternakan bukan sekadar kegiatan produktif, tetapi juga bagian dari pembinaan yang membekali Warga Binaan dengan keterampilan dan pengalaman kerja. Melalui audit ini, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan program, memperkuat akuntabilitas, serta memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ungkap Fajar.
Auditor Ahli Madya sekaligus Pengendali Teknis Tim Audit, Hari Purwanto, menjelaskan bahwa audit kinerja ini bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh tentang pelaksanaan program pembinaan kemandirian ketahanan pangan bidang peternakan di Lapas Madiun.
“Melalui audit kinerja ini, kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan program telah berjalan sesuai ketentuan, didukung dengan perencanaan dan administrasi yang memadai, serta dikelola secara efektif, efisien, dan akuntabel. Hasil pemeriksaan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program dan memperkuat tata kelola pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan,” ungkap Hari Purwanto.
Lapas Madiun memandang pengawasan ini sebagai bagian dari upaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Hasil audit diharapkan jadi bahan perbaikan tata kelola program agar pembinaan kemandirian semakin terarah, mendukung ketahanan pangan, dan membekali Warga Binaan untuk kembali berperan aktif di tengah masyarakat.
Audit dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Oktober 2026. Lapas Madiun berkomitmen mendukung kelancaran pemeriksaan dengan menyiapkan data dan dokumen yang diperlukan serta menindaklanjuti hasil evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku. (afn)
Kontributor: Humas Lapas I Madiun
What's Your Reaction?


