Lapas Pangkalpinang Dorong Kemandirian Warga Binaan lewat Pre Nursery Sawit Sriwijaya V

Lapas Pangkalpinang Dorong Kemandirian Warga Binaan lewat Pre Nursery Sawit Sriwijaya V

Pangkalpinang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang dorong kemandirian Warga Binaan melalui pembinaan keterampilan di bidang pertanian. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan pre nursery 750 bibit kelapa sawit Sriwijaya V Semiklon di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Pangkalpinang, Jumat (18/9).

Kegiatan yang memasuki hari kelima ini melibatkan dua Warga Binaan dengan pendampingan petugas. Sebanyak 750 bibit kelapa sawit Sriwijaya V Semiklon yang merupakan bantuan masyarakat tersebut menjalani tahap pre nursery, yakni fase awal pembibitan dengan perawatan intensif sebelum dipindahkan ke main nursery atau pembibitan utama.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pangkalpinang, Mulsa Afrianto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk kembangkan keterampilan yang bermanfaat.

“Pembibitan ini menjadi bekal keterampilan bagi Warga Binaan, sementara Sriwijaya V Semiklon dipilih karena bernilai ekonomi dan memiliki pertumbuhan relatif seragam,” ungkapnya.

Sementara itu, Warga Binaan, MS, mengaku kegiatan pembibitan sawit bukan hal yang baru baginya. Ia pernah memiliki sedikit pengalaman dalam bidang tersebut sebelum menjalani pidana di Lapas Pangkalpinang.

“Dulu saya pernah belajar tentang sawit, sehingga kegiatan ini membantu saya kembali mengasah keterampilan tersebut. Di sini saya belajar merawat bibit sejak awal hingga siap dipindahkan. Semoga ilmu ini bisa saya manfaatkan setelah bebas,” ungkap MS.

Pelaksana Harian Kepala Lapas Pangkalpinang, Roni Darmawan, menyampaikan bahwa pemanfaatan SAE tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi Warga Binaan melalui kegiatan yang produktif dan berkelanjutan.

“SAE menjadi ruang pembinaan bagi Warga Binaan untuk belajar dan menghasilkan sesuatu yang bernilai. Pembibitan sawit ini akan terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan,” kata Roni.

Dalam prosesnya, bibit dipindahkan ke polibeg berukuran 30 × 60 cm untuk dipelihara selama kurang lebih 60 hari sebelum ditanam di tanah pada usia 6–12 bulan. Bibit yang telah siap tanam nantinya akan dipasarkan sebagai bagian dari pengembangan kegiatan produktif di SAE Lapas Pangkalpinang.

Lapas Pangkalpinang akan terus mengembangkan pembibitan, perawatan, hingga pemasaran sawit sebagai bagian dari pembinaan kemandirian Warga Binaan yang produktif dan berkelanjutan. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Pangkalpinang

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0