Lapas Pemuda Madiun Gandeng Gereja Orthodox Boyolali Gelar Pembinaan Kerohanian Agama Kristen dan Katolik

Lapas Pemuda Madiun Gandeng Gereja Orthodox Boyolali Gelar Pembinaan Kerohanian Agama Kristen dan Katolik

Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus perkuat program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan, salah satunya melalui pembinaan rohani Kristen dan Katolik bekerja sama dengan Gereja Orthodox Boyolali, Rabu (4/11). Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusias dari para peserta yang mengikuti setiap rangkaian ibadah dan penyampaian materi kerohanian.

Didampingi oleh Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Afifudin Muhammad Yunus dan petugas pembinaan, kegiatan tersebut berjalan dengan tertib dan lancar sebagai program pembinaan kepribadian berkelanjutan di lingkungan Pemasyarakatan. Selain ibadah bersama, Warga Binaan juga diajak untuk memperdalam nilai-nilai kasih, pengampunan, kejujuran, dan pengharapan sebagai bekal dalam menjalani proses pembinaan.

Afifudin  menyampaikan pembinaan kerohanian merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembinaan Warga Binaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan mereka tidak hanya mendapatkan pemenuhan hak dalam menjalankan ibadah, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami berharap kegiatan pembinaan kerohanian ini memberikan manfaat bagi Warga Binaan, khususnya dalam memperkuat keimanan, membangun kesadaran diri, dan menumbuhkan motivasi untuk terus memperbaiki perilaku. Kami juga mengapresiasi dukungan Gereja Orthodox Boyolali yang berkontribusi dalam memberikan pelayanan dan pembinaan rohani di Lapas Pemuda Madiun," ungkap Afifudin.

Kegiatan ini menghadirkan Romo Markus Wiyono beserta tim yang memberikan pelayanan dan pembinaan rohani kepada Warga Binaan di Gereja Oikumene Lapas Pemuda Madiun. Ia menyampaikan pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan mendorong perubahan diri ke arah yang lebih baik. Menurutnya, masa menjalani pembinaan di Lapas hendaknya menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri, dan menata kembali kehidupan dengan berlandaskan nilai-nilai keimanan.

"Jangan pernah menganggap bahwa berada di tempat ini berarti masa depan sudah berakhir. Justru, jadikan kesempatan ini sebagai waktu untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Tinggalkan hal-hal buruk di masa lalu, belajar mengampuni, memperbaiki kesalahan, dan tumbuhkan harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya. Ketika nanti kembali ke tengah masyarakat, tunjukkan ada perubahan nyata dalam diri saudara," pesan Romo Markus.

Terpisah, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan pembinaan kepribadian, termasuk pembinaan kerohanian, menjadi bagian penting dalam membentuk Warga Binaan yang memiliki karakter, moral, dan spiritualitas yang lebih baik. "Pembinaan di Lapas bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga bagaimana seseorang mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri. Kami berkomitmen memberikan ruang bagi seluruh Warga Binaan untuk menjalankan ibadah dan memperdalam keyakinannya masing-masing. Harapannya, nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama pembinaan menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat," harapnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Pemuda Madiun terus berupaya menghadirkan pembinaan kepribadian yang menyentuh aspek spiritual dan moral Warga Binaan. Dengan memperkuat keimanan dan menanamkan nilai-nilai kebaikan, diharapkan tumbuh kesadaran untuk berubah, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Pemuda Madiun

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0