Lapas Perempuan Bandung Gelar Razia Kamar Hunian dan Tes Urine, Perkuat Komitmen Bersih dari Narkoba

Lapas Perempuan Bandung Gelar Razia Kamar Hunian dan Tes Urine, Perkuat Komitmen Bersih dari Narkoba

Bandung, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Bandung laksanakan razia ke kamar-kamar hunian Warga Binaan, disertai tes urine terhadap petugas, pejabat struktural, dan Warga Binaan pada Kamis (22/10). Kegiatan ini dilaksanakan bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandung, dan Komando Rayon Militer (Koramil) Bandung sebagai sinergi lintas instansi dalam memperkuat keamanan dan ketertiban (kamtib), serta mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di lingkungan Pemasyarakatan.

Razia kamar hunian dilakukan untuk mendeteksi keberadaan barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu kamtib, termasuk telepon genggam yang tidak diperbolehkan berada di kamar hunian dan benda atau barang lain yang berpotensi disalahgunakan. Pemeriksaan juga menjadi upaya deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di Lapas.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengawasan terhadap Warga Binaan, tetapi juga menegaskan pentingnya integritas seluruh jajaran melalui pelaksanaan tes urine terhadap petugas, pejabat struktural, dan Warga Binaan. Langkah tersebut merupakan bentuk pengawasan dan pencegahan untuk memastikan lingkungan Pemasyarakatan tetap aman, tertib, dan bersih dari narkoba.

Kepala Lapas Perempuan Bandung, Rika Aprianti, menegaskan razia dan tes urine merupakan komitmen institusi untuk menjaga keamanan sekaligus memperkuat integritas seluruh jajaran. “Pemeriksaan dilakukan untuk mencegah keberadaan barang-barang terlarang, termasuk handphone yang tidak diperbolehkan serta mengantisipasi potensi penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Pengawasan juga mencakup petugas dan pejabat struktural sebagai komitmen bersama dalam menjaga integritas,” tegasnya.

Rika menambahkan upaya menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang aman membutuhkan konsistensi pengawasan, ketegasan dalam menjalankan aturan, dan dukungan lintas instansi. “Pemasyarakatan bukan hanya tentang pelaksanaan pembinaan, tetapi juga tentang memastikan proses pembinaan berlangsung dalam lingkungan yang aman, tertib, dan berintegritas,” tambahnya.

Dukungan disampaikan perwakilan dari BNNK, Dikdik Taufiq Hidayat “Kami mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, deteksi dini, dan edukasi mengenai bahaya narkoba di Lapas Perempuan Bandung. Sinergi ini diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan mendukung pengawasan berkelanjutan," harapnya.

Hal senada disampaikan perwakilan Koramil, Pelda Ramdani. "Kami mendukung upaya memperkuat sinergi antarlembaga dalam menjaga stabilitas keamanan dan menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang kondusif bagi pelaksanaan pembinaan Warga Binaan," tegasnya.

Melalui sinergi dengan BNNK, Polresta Bandung, dan Koramil Bandung, Lapas Perempuan Bandung terus perkuat langkah pencegahan dan deteksi dini. Pihak Lapas berkomitmen untuk terus menjaga agar tidak ada ruang bagi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba di Lapas Perempuan Bandung. (IR)

 

 

Kontributor: LPP Bandung

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0