Lapas Perempuan Kendari Evaluasi Kemampuan Baca Al-Qur’an 152 Warga Binaan

Lapas Perempuan Kendari Evaluasi Kemampuan Baca Al-Qur’an 152 Warga Binaan

Kendari, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari gelar ujian evaluasi bagi peserta Program Rumah Qur’an, Kamis (5/11). Kegiatan ini bekerja sama dengan Kementerian Agama Kota Kendari dan Yayasan Islamic Center Abu Thalhah Al Ansari.

Ujian bertujuan mengetahui kemampuan dan perkembangan Warga Binaan dalam membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid dan tahsin, sekaligus jadi bahan evaluasi bagi tim pembina dan penyuluh Kemenag untuk menyempurnakan pembelajaran Rumah Qur’an ke depannya.

Bimbingan keagamaan melalui Rumah Qur’an merupakan salah satu program unggulan pembinaan kepribadian di Lapas Perempuan Kendari. Kepala Lapas Perempuan Kendari, Agustina, menyampaikan bahwa program ini bertujuan memberikan pembekalan agama, memperbaiki bacaan Al-Qur’an, serta membentuk akhlak mulia bagi Warga Binaan.

"Harapan kami, Rumah Qur’an ini menjadi rumah untuk kembali. Tempat mereka menemukan ketenangan, memperbaiki diri, dan menyiapkan bekal terbaik saat kembali ke masyarakat nanti, sehingga tercipta generasi Qur’ani dari balik jeruji," ujar Agustina.

Ujian diikuti seluruh Warga Binaan beragama Islam yang berjumlah 152 orang. Beberapa indikator penilaian meliputi makharijul huruf (ketepatan pengucapan huruf), tajwid (ketepatan hukum bacaan), kelancaran, serta adab saat membaca Al-Qur’an.

Penyuluh Agama Kemenag Kota Kendari, Andi Wahyupik, menyampaikan bahwa pihaknya melihat langsung kemajuan peserta. “Ini bukan ujian formalitas. Kami menguji tajwid, makhraj, kelancaran hafalan, dan adab membaca Al-Qur'an. Alhamdulillah, Warga Binaan mengalami peningkatan yang signifikan,” ungkapnya.

Salah satu peserta Rumah Qur’an, Warga Binaan, D, turut mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat mengikuti program tersebut. Ia menyampaikan bahwa pembelajaran yang diterima membuatnya semakin memahami cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar serta memotivasinya untuk terus belajar dan memperbaiki bacaan.

“Saya sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan Rumah Qur’an. Melalui pembelajaran ini, saya semakin memahami cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Kegiatan ini juga memotivasi saya untuk terus belajar, memperbaiki bacaan, dan lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt. Semoga ilmu yang saya dapatkan bisa terus saya amalkan, baik selama berada di sini maupun setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Lapas Perempuan Kendari berharap Warga Binaan tidak hanya memperoleh kemampuan membaca Al-Qur’an yang lebih baik, tetapi juga memiliki ketenangan batin serta bekal iman untuk menata kehidupan bersama keluarga dan masyarakat setelah bebas. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Perempuan Kendari

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0