Lapas Perempuan Kendari Gandeng Basarnas Kota Kendari Simulasikan Penanggulangan Bencana dan Evakuasi Darurat
Kendari, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari gandeng Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Kota Kendari gelar Simulasi Penanggulangan Bencana dan Evakuasi Darurat bagi petugas dan Warga Binaan, Kamis (29/10). Kegiatan ini dilakukan sebagai komitmen wujudkan Lapas yang aman dan tanggap bencana.
Kepala Lapas Perempuan Kendari, Agustina menyampaikan kegiatan ini sangat penting mengingat Lapas merupakan area dengan risiko tinggi yang dihuni banyak orang dengan akses terbatas di mana Lapas memiliki karakteristik tersendiri dalam menghadapi keadaan darurat. "Simulasi ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan kepada seluruh petugas dan Warga Binaan tentang langkah cepat dan tepat saat terjadi bencana. Kita harus siap saga agar meminimalisir risiko dan korban jiwa," tegasnya.
Sementara itu, Basarnas Kota Kendari diwakili oleh Asmar selaku Kepala Seksi Sumber Daya menyampaikan apresiasi kepada Lapas Perempuan Kendari yang telah berinisiatif untuk menyelenggarakan kegiatan ini. “Lapas Perempuan Kendari adalah Lapas pertama yang menginisiasi simulasi kebencanaan bersama kami di Kota Kendari. Ini menunjukkan komitmen Lapas yang luar biasa terhadap keselamatan petugas dan Warga Binaan,” pujinya.
Pada kesempatan itu, simulasi diawali dengan pemberian materi oleh Tim Rescue Basarnas Kota Kendari tentang cara menghadapi situasi ketika terjadi gempa bumi dan teknik dasar menyelamatkan korban ketika terjadi bencana alam seperti gempa bumi, kebakaran, dan banjir. Selanjutnya, tim Basarnas bersama Lapas Perempuan Kendari gelar simulasi evakuasi darurat gempa bumi.
Skenario dimulai dengan bunyi sirine tanda bahaya, kemudian petugas dan Warga Binaan secara sigap melakukan praktik evakuasi dari dalam blok hunian menuju titik kumpul aman sesuai SOP yang telah dijelaskan. Dengan mengedepankan keselamatan dan kecepatan, seluruh petugas memastikan proses evakuasi berjalan sesuai prosedur.
Salah satu Warga Binaan berinisial K mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat dan kami jadi punya pengalaman jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam. “Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan kegiatan simulasi ini. Sebelumnya kami tidak tahu harus berbuat apa jika terjadi gempa. Sekarang kami jadi paham harus melindungi kepala, tidak panik, dan segera menuju titik kumpul yang aman" ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta lingkungan Lapas yang tanggap bencana dan seluruh jajaran memiliki kemampuan dalam menjaga keselamatan diri dan Warga Binaan. (IR)
Kontributor: LPP Kendari
What's Your Reaction?


