Lapas Perempuan Palu Gandeng Universitas Abdul Azis Lamadjido Perkuat SDM dan Pembinaan
Sigi, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu tanda tangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Universitas Abdul Azis Lamadjido, Kamis (12/2), di ruang Kepala Lapas. Kerja sama ini difokuskan pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pegawai serta penguatan pembinaan Warga Binaan berbasis edukasi.
PKS ditandatangani oleh Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana, dan Koordinator Program Studi Hukum Bisnis Universitas Abdul Azis Lamadjido, Adit Saputra. Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Urusan Tata Usaha, Famdi, serta dua perwakilan dari pihak universitas.
Perjanjian Kerja Sama ini bertujuan untuk meningkatkan dan memupuk hubungan kelembagaan antara kedua belah pihak dalam pelaksanaan Kegiatan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) Mandiri dan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Adapun ruang lingkup kerja sama ini meliputi penyelenggaraan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan pemasyarakatan; peluang program magang, praktik kerja lapangan, serta kunjungan akademik bagi mahasiswa; pertukaran informasi, data, dan publikasi ilmiah di bidang hukum dan Pemasyarakatan; penyuluhan hukum serta pembinaan Narapidana; serta peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan dan seminar.
Yosenia mengapresiasi terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan dunia akademik menjadi langkah strategis dalam mendorong profesionalisme jajaran Pemasyarakatan sekaligus memperkaya program pembinaan bagi Warga Binaan.
“Kami sangat mengapresiasi terwujudnya kerja sama ini. Sinergi dengan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi dan kapasitas pegawai kami, baik melalui pelatihan, seminar, maupun penguatan wawasan keilmuan,” ujar Yoesiana.
Lebih lanjut, ia berharap kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas SDM pegawai, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan.
“Melalui penyuluhan hukum, program edukasi, dan kegiatan pembinaan berbasis akademik, kami berharap Warga Binaan mendapatkan bekal tambahan yang bermanfaat sebagai modal berharga saat mereka kembali ke masyarakat dan menjalani proses reintegrasi sosial,” tambahnya.
Sementara itu, Adit Saputra menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan program Pemerintah Daerah, yakni “Berani Cerdas”, yang bertujuan memberikan solusi pendidikan bagi masyarakat, termasuk mereka yang menghadapi keterbatasan biaya.
“Kehadiran kami di sini merupakan bagian dari komitmen mendukung program Berani Cerdas. Kami ingin memastikan bahwa akses terhadap pendidikan dan penguatan kapasitas dapat dirasakan lebih luas, termasuk di lingkungan Pemasyarakatan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama ini memiliki potensi untuk terus dikembangkan, termasuk membuka peluang pendidikan dan pelatihan bagi Warga Binaan.
“Ke depan, tidak menutup kemungkinan program ini diperluas untuk Warga Binaan, sehingga mereka memiliki bekal kompetensi yang lebih baik dan mampu bersaing di dunia kerja setelah bebas nanti,” tutupnya.
Pada kesempatan tersebut, Yoesiana juga menyampaikan harapan agar pihak kampus dapat turut membantu mempromosikan dan memperluas jangkauan pemasaran produk unggulan Lapas Perempuan Palu agar semakin dikenal masyarakat.
Hal tersebut mendapat sambutan positif. Adit Saputra menyatakan kesiapan kampus untuk mendukung penuh produk unggulan Lapas, salah satunya melalui kerja sama dengan koperasi kampus serta rencana mengikutsertakan produk karya Warga Binaan dalam sejumlah pameran mendatang.
Dengan ditandatanganinya PKS ini, Lapas Perempuan Palu dan Universitas Abdul Azis Lamadjido berkomitmen membangun kolaborasi berkelanjutan dalam mendukung pengembangan ilmu hukum, peningkatan kualitas SDM, serta penguatan sistem Pemasyarakatan yang lebih edukatif dan humanis. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Perempuan Palu
What's Your Reaction?


