Ketahanan Pangan di Nusakambangan Tuai Apresiasi Komisi XIII DPR RI
Nusakambangan, INFO_PAS – Pengembangan ketahanan pangan di Nusakambangan mendapat apresiasi dari Ketua Komisi XIII DPR, Willy Aditya. Hal tersebut diungkapkannya dalam kunjungan ke Nusakambangan bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto, beserta jajaran, Selasa (10/2).
“Pembangunan ketahanan pangan dilakukan dengan menyelaraskan temuan lahan tidur yang yang tidak diawasi dengan baik, tidak dikelola dengan baik sehingga berpotensi untuk dilakukan penggarapan oleh masyarakat,“ terang Menimipas.
Pihaknya juga menyelaraskan dengan arah kebijakan Presiden RI terkait ketahanan pangan. “Kami imbau kepada petugas Pemasyarakatan agar bahan makanan yang dikelola oleh pengusaha lokal bisa dikembangkan dengan membangun komunitas di masyarakat sehingga kebutuhan Lapas dapat disiapkan oleh komunitas yang terbina dengan memberdayakan pengusaha lokal yang mengelolanya,” tambah Agus.
Secara teknis, ketahanan pangan yang dilaksanakan di Lapas dan Rutan di seluruh Indonesia, 5% wajib dimanfaatkan oleh penyedia bahan makanan di daerah terkait. Sisanya bisa disalurkan ke pasar dalam negeri dan maupun luar negeri. Selain memenuhi kebutuhan ketahanan pangan yang ada di Lapas dan daerah tersebut, produk hasil ketahanan pangan juga diharapkan memberikan kontribusi ekspor dari Lapas dan Rutan atau kawasan terkait.

Selain itu, Menimipas menjelaskan kunjungan ini juga dimaksudkan meninjau kesiapan pembangunan Mega Prison. Nusakambangan diusulkan sebagai pelaksanaan Mega Prison dikarenakan kondisinya yang membutuhkan waktu pembangunan yang relatif lebih singkat.
“Untuk Mega Prison akan dibangun dengan kapasitas 5.000 orang. Untuk lokasinya, kami sudah mengajukan beberapa saran di dua pulau dan satu tetap di Nusakambangan dengan berbagai pertimbangan. Selanjutnya, kami akan melaksanakan pembangunan sesuai arahan Presiden,” terang Agus.
Sebelumnya, rombongan Ketua Komisi XIII DPR meninjau beberapa lokasi pelaksanaan ketahanan pangan di Nusakambangan. “Kami telah meninjau beberapa titik mulai dari tambak udang, tambak ayam, dan Balai Latihan Kerja. Menurut kami, pengembangan yang dilakukan di sini sangat progresif,” puji Willy.
Ia meminta kepada Menimipas untuk meningkatkan produktivitas kedaulatan pangan di Nusakambangan. Pihaknya juga telah memberikan beberapa rekomendasi yang selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. (yp)
What's Your Reaction?


