Lapas Perempuan Palu Kembangkan Pembinaan Produktif lewat Budidaya Ikan Nila
Sigi, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu terus tunjukkan komitmennya dalam melaksanakan program pembinaan produktif bagi Warga Binaan Salah satu program pembinaan kemandirian adalah budidaya ikan air tawar jenis ikan nila yang menjadi sarana peningkatan keterampilan sekaligus dukungan terhadap ketahanan pangan.
Budidaya ikan nila di Lapas Perempuan Palu kini terus dikembangkan. Tiga Warga Binaan terlibat aktif dalam kegiatan ini dengan semangat dan antusiasme tinggi. Proses pembinaan dilakukan di area lahan ketahanan pangan Lapas dengan pengawasan langsung dari Kepala Subseksi Pembinaan, Effendy, yang memberikan arahan teknis serta memastikan kegiatan berjalan dengan baik dan aman.
Effendy menyampaikan budidaya ikan nila merupakan program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan berkelanjutan agar membekali Warga Binaan keterampilan produktif yang dapat menjadi modal hidup setelah bebas nanti. “Melalui budidaya ikan nila, kami ingin menanamkan semangat kemandirian kepada Warga Binaan. Mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan bekal pengetahuan dan keterampilan bermanfaat setelah kembali ke masyarakat,” terangnya.
Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan dibimbing untuk memahami berbagai tahapan penting dalam budidaya ikan nila, mulai dari persiapan kolam, penebaran benih, pemberian pakan, hingga pemeliharaan kualitas air. Pendampingan dilakukan agar para peserta mampu menerapkan teknik budidaya yang baik dan benar.
Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para Warga Binaan yang terus aktif mengikuti kegiatan pembinaan ini. Ia menegaskan budidaya ikan nila merupakan strategi pembinaan berkelanjutan yang dijalankan pihak Lapas untuk mendukung tujuan Pemasyarakatan yang humanis.
“Kami ingin memastikan setiap program pembinaan di Lapas Perempuan Palu memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan. Budidaya ikan nila bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bentuk nyata dari proses pemberdayaan yang dapat membentuk kemandirian dan rasa tanggung jawab,” tutur Yoesiana seraya berharap Warga Binaan memanfaatkan keterampilan yang diperoleh di Lapas untuk meningkatkan taraf hidupnya secara mandiri.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan berinisial YA mengungkapkan rasa syukur dan semangatnya bisa ikut serta dalam program pembinaan produktif ini. “Saya senang bisa belajar budidaya ikan nila. Awalnya saya tidak tahu sama sekali, tapi sekarang sudah mulai paham cara merawat dan memberi pakan ikan. Kegiatan ini membuat saya lebih semangat dan punya harapan baru untuk mandiri setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Selain memberikan keterampilan praktis, budidaya ikan nila juga berperan sebagai sarana pembinaan mental dan sosial bagi Warga Binaan. Melalui aktivitas produktif seperti ini, Warga Binaan diajak menumbuhkan rasa tanggung jawab, disiplin, dan semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Ke depannya, Lapas Perempuan Palu berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan produktif lainnya, seperti pelatihan keterampilan tangan, pertanian, dan pengolahan hasil pangan sebagai upaya mewujudkan Sistem Pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pemberdayaan. (IR)
Kontributor: LPP Palu
What's Your Reaction?


