Lapas Piru Kembangkan Kolam Ikan Kedua, Optimalkan Lahan Idle untuk Ketahanan Pangan
Piru, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru kembali optimalkan pemanfaatan lahan tidur (idle) di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) melalui pembangunan kolam budidaya ikan air tawar kedua. Pada Selasa (15/9), pembangunan kolam ikan tersebut telah mencapai progres sekitar 60 persen.
Pembangunan kolam kedua ini merupakan pengembangan dari kolam budidaya ikan yang sebelumnya telah dibuat di halaman depan area SAE Lapas Piru. Selain memperluas pemanfaatan lahan yang belum produktif, program tersebut menjadi pembinaan kemandirian yang memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk terlibat langsung dalam kegiatan produktif.
Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan optimalisasi lahan idle merupakan langkah penting untuk mengembangkan potensi yang dimiliki Lapas sekaligus memperkuat program ketahanan pangan. Ia menambahkan pengembangan budidaya ikan akan terus diarahkan agar memberikan manfaat berkelanjutan, baik untuk kebutuhan internal maupun sebagai potensi kegiatan ekonomi.
“Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal kita arahkan menjadi lahan produktif. Pembangunan kolam kedua ini menjadi upaya kami mengembangkan ketahanan pangan sekaligus membuka ruang pembinaan yang lebih produktif bagi Warga Binaan,” ujar Hery.
Sebanyak 18 Warga Binaan dilibatkan dalam proses pembangunan setelah ditetapkan melalui sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan. Mereka turut mengerjakan proses pembangunan sejak tahap awal hingga penyelesaian sehingga kegiatan tidak hanya menghasilkan sarana budidaya, tetapi juga menjadi media pembelajaran keterampilan dan pembentukan etos kerja.
Sementara itu, Kepala Subseksi Keamanan sekaligus penanggung jawab program, Williams Lelapary, menjelaskan keterlibatan Warga Binaan dilakukan secara bertahap sesuai proses pekerjaan. “Kami berharap setelah selesai, kolam ini segera dimanfaatkan untuk budidaya ikan air tawar,” harapnya.
Bagi IS, salah satu Warga Binaan yang terlibat, proses tersebut memberikan pengalaman baru. “Kami ikut bekerja dari awal, mulai menyiapkan dan mengerjakan bagian-bagian kolam hingga selesai. Dari kegiatan ini, kami belajar bekerja bersama, bertanggung jawab, dan punya keterampilan yang mudah-mudahan bisa kami gunakan setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Melalui pengembangan kolam kedua, Lapas Piru terus mendorong pemanfaatan lahan secara produktif sekaligus menghadirkan pembinaan yang memberikan pengalaman kerja nyata bagi Warga Binaan sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Piru
What's Your Reaction?


