Lapas Tanjung Perkuat Pelayanan Inklusif melalui Bimtek Pengarusutamaan Gender
Tanjung, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung perkuat kualitas pelayanan yang inklusif dan berkeadilan dengan ikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengarusutamaan Gender (PUG) bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Aparat Penegak Hukum (APH) yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Tabalong di Aston Tanjung City Hotel, Selasa (21/7).
Bimtek yang berlangsung pada 20–21 Juli 2026 itu diikuti unsur perangkat daerah dan aparat penegak hukum perkuat penerapan Pengarusutamaan Gender dalam penyusunan kebijakan, pelaksanaan program, dan pelayanan kepada masyarakat. Lapas Tanjung utus dua pegawai untuk ikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, membuka kegiatan sekaligus menyampaikan pentingnya mengintegrasikan perspektif gender dalam tata kelola pemerintahan. Menurutnya, Pengarusutamaan Gender bukan sekadar memenuhi ketentuan regulasi, tetapi menjadi strategi pembangunan yang memastikan setiap kebijakan memberikan manfaat yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Pengarusutamaan Gender harus menjadi bagian dari budaya kerja setiap instansi. Dengan memahami kebutuhan dan karakteristik setiap kelompok masyarakat, kita dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih adil, inklusif, dan berkualitas. Sinergi seluruh perangkat daerah serta aparat penegak hukum menjadi kunci keberhasilan implementasinya di Kabupaten Tabalong," ujar Muhammad Noor Rifani.
Selama Bimtek, peserta menerima materi mengenai konsep dasar Pengarusutamaan Gender, penyusunan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG), analisis gender, serta penerapannya dalam pelayanan publik. Kegiatan juga diisi dengan diskusi dan berbagi praktik baik antarpeserta.
Kepala Subseksi Registrasi, Bimbingan Kemasyarakatan, dan Perawatan Lapas Tanjung, Yogiyannor, mengatakan materi yang diperoleh akan diterapkan untuk tingkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan di lingkungan Lapas.
"Bimbingan teknis ini memberikan wawasan yang sangat bermanfaat bagi kami untuk menghadirkan pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan setiap Warga Binaan tanpa diskriminasi. Prinsip kesetaraan gender akan kami implementasikan dalam pelaksanaan pembinaan maupun pelayanan sehingga seluruh Warga Binaan memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang," ungkapnya.
Keikutsertaan dalam Bimtek ini diharapkan semakin tingkatkan kompetensi pegawai wujudkan pelayanan Pemasyarakatan yang profesional, humanis, inklusif, dan berkeadilan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Tanjung
What's Your Reaction?


