Lapas Terbuka Ciangir Bekali Warga Binaan dengan Pelatihan Peternakan dan Perkebunan

Lapas Terbuka Ciangir Bekali Warga Binaan dengan Pelatihan Peternakan dan Perkebunan

Ciangir, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Ciangir terus dorong pembinaan kemandirian berupa pelatihan peternakan, perkebunan, dan persawahan untuk mempersiapkan Warga Binaan sehingga memiliki keahlian usai menjalani masa pidananya. Saat ini, Lapas Terbuka Ciangir dihuni 50 Warga Binaan dan akan ada tambahan 20 orang. Mereka bekerja bergiliran di berbagai bidang, yakni peternakan sapi, domba, ayam kampung, ayam petelur, perkebunan, dan persawahan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten, Lili, mengatakan pihaknya mendukung dan bangga terhadap kontribusi Lapas Terbuka Ciangir yang membina Warga Binaan sesuai Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yakni ketahanan pangan. Hasil peternakan dan perkebunan yang dikelola Warga Binaan nantinya akan ditabung atau digunakan untuk kebutuhan mereka.

“Ini adalah proses integrasi, mempersiapkan mereka untuk memiliki keahlian sehingga memiliki kehidupan yang lebih baik setelah masa pidana mereka selesai. Keahlian yang diberikan di Lapas Terbuka Ciangir tentunya diberikan yang terbaik sehingga mampu bersaing dengan masyarakat saat mereka keluar kelak. Untuk penghuni Lapas Terbuka Ciangir, semua Warga Binaan telah menjalani asesmen sehingga meminimalisir risiko pelanggaran,” jelasnya, Kamis (9/7).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lapas Terbuka Ciangir, Soesanto Poedji Djatmiko, menjelaskan sejumlah program unggulan, yakni ayam petelur, budidaya ayam kampung, sapi pedaging, budidaya domba, perkebunan timun, terong, pakcoy, bayam, dan persawahan di mana yang paling menghasilkan adalah budidaya sapi, domba, ayam petelur, dan persawahan. “Hasil peternakan dan perkebunan ini dijual di wilayah Jabodetabek. Premi yang mereka dapatkan berkisar antara Rp500.000 – Rp1.000.000 per bulan, tergantung banyaknya produksi. Telur hasil peternakan ayam petelur juga didistribusikan ke beberapa hotel di mana jumlah produksi telur perhari mencapai 860 kg,” urainya.

Untuk pelatihan, Lapas Terbuka Ciangir bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti dinas pertanian, dinas peternakan, dan komunitas yang kompeten di bidangnya. Untuk domba, pihak Lapas mengeluarkan 25 ekor dan sapi 11 ekor pada Iduladha tahun ini, sedangkan produksi padi sekitar 12 ton.

“Untuk pembagian kerja, 21 Warga Binaan bekerja di peternakan ayam petelur, dua orang bekerja di peternakan domba, dua orang di peternakan sapi, dan dua orang di ayam kampung. Untuk bidang persawahan pada masa tanam, ada 10 Warga Binaan. Untuk bidang lain, masing-masing dikerjakan dua Warga Binaan,” tambah Soesanto.

Pembinaan di Lapas Terbuka Ciangir dilakukan secara humanis. Sebelumnya, Warga Binaan sudah menjalani asesmen yang dilakukan Balai Pemasyarakatan. Diharapkan, pembinaan kemandirian bidang peternakan, perkebunan, dan persawahan dapat dilakukan dengan optimal. (yp)

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0