Lapas Tolitoli Berantas Buta Aksara, Perkuat Pembinaan Pendidikan Warga Binaan
Tolitoli, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli terus perkuat pembinaan pendidikan bagi Warga Binaan melalui kegiatan belajar mengajar pemberantasan buta aksara dan kemampuan berhitung yang digelar di Perpustakaan Lapas, Rabu (7/1).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini diikuti Warga Binaan yang terdata dalam kategori buta aksara. Program pembelajaran dilaksanakan dalam kerangka Pendidikan Kewarganegaraan Paket B sebagai bentuk pemenuhan hak pendidikan Warga Binaan sesuai sistem Pemasyarakatan.
Dalam pelaksanaannya, Petugas Registrasi Lapas Tolitoli yang didukung peserta magang menyampaikan materi mengenai pengertian, sifat, dan jenis-jenis norma dalam kehidupan bermasyarakat. Materi tersebut diarahkan untuk membangun pemahaman nilai sosial dan kebangsaan sebagai bekal reintegrasi sosial setelah Warga Binaan kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan yang sejalan dengan Sapta Arahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, khususnya dalam penguatan pembinaan kepribadian dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Warga Binaan.
“Melalui program pemberantasan buta aksara ini, kami ingin memastikan setiap Warga Binaan memperoleh hak pendidikan secara adil dan bermartabat. Pendidikan menjadi kunci agar mereka mampu memahami norma, berperilaku positif, dan siap kembali ke masyarakat,” ujar Mansur.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama pada peningkatan kualitas layanan pembinaan serta penyiapan Warga Binaan agar lebih mandiri dan produktif. Program ini selaras dengan Asta Cita Presiden dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Salah satu Warga Binaan peserta kegiatan, Obi, mengaku merasakan manfaat langsung dari program tersebut. “Saya merasa sangat terbantu. Sekarang saya mulai memahami bacaan dan pelajaran tentang norma hidup bermasyarakat. Ilmu ini akan sangat berguna setelah saya bebas nanti,” tuturnya.
Ke depan, Lapas Tolitoli mendorong seluruh jajaran petugas dan Wali Pemasyarakatan untuk terus memotivasi Warga Binaan agar aktif mengikuti program pembinaan pendidikan. Melalui program yang konsisten dan terarah, Lapas Tolitoli berkomitmen menghadirkan pembinaan yang tidak hanya mendidik, tetapi juga memanusiakan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Tolitoli
What's Your Reaction?


